BeritaInvestigasiNews.Id || Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan fungsi Posyandu yang kini bertransformasi mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat. Langkah strategis ini ditandai dengan dibukanya secara resmi agenda Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting Kabupaten Sampang 2026 yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Sampang pada Rabu (17/06/2026).
Acara yang dihadiri sekitar 300 peserta lintas sektor tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan layanan kesehatan primer demi mencetak generasi Sampang yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Baca Juga: Suasana Haru dan Bahagia Warnai Kepulangan 618 Jemaah Haji Asal Sampang di Pendopo Trunojoyo
Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan bahwa peran Posyandu kini jauh lebih strategis seiring dengan diterapkannya kebijakan transformasi kesehatan nasional.
Menurutnya, Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat pemeriksaan berkala bagi bayi, balita, ibu hamil, maupun ibu nifas seperti yang dikenal selama ini. Melalui skema Integrasi Layanan Primer (ILP), pos pelayanan terpadu ini telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang komprehensif, mencakup seluruh siklus hidup manusia dari usia dini hingga lanjut usia (lansia).
"Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat. Karena itu diperlukan dukungan penuh dari seluruh lintas sektor agar fungsi Posyandu semakin aktif dan efektif," katanya.
Lebih lanjut, dr. Lusi menjelaskan bahwa langkah penguatan kelembagaan ini tidak berjalan tanpa dasar hukum yang kuat, melainkan telah diselaraskan dengan berbagai regulasi formal yang berlaku. Penguatan peran Posyandu tersebut berpijak pada Keputusan Menteri Kesehatan tentang Integrasi Layanan Primer, Permendagri tentang Posyandu, hingga Peraturan Bupati Sampang mengenai percepatan penurunan stunting. Selain itu, payung hukum ini juga mengatur tentang pembentukan Tim Pembina Posyandu yang akan mengawal berjalannya program di lapangan secara terstruktur.
Baca Juga: Bupati Slamet Junaidi Lepas Ribuan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sampang
Sebagai bentuk penguatan di tingkat wilayah, agenda ini juga dirangkai dengan prosesi pengukuhan Ketua Tim Pembina Posyandu untuk tingkat kecamatan di seluruh Kabupaten Sampang. Langkah krusial ini diambil guna memastikan jalur koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga para kader penggerak di lapangan dapat berjalan lebih solid. Dengan sinergi yang kuat, pemerintah berharap kendala-kendala administratif dan teknis dalam pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput dapat segera teratasi.
"Dengan terbentuknya Tim Pembina Posyandu yang kuat sampai tingkat kecamatan, kami berharap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab Posyandu dapat berjalan optimal, mulai bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, hingga perumahan rakyat," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Sampang, Selviana Slamet Junaidi, turut menyoroti pentingnya komitmen riil dari jajaran aparatur di tingkat bawah, khususnya pemerintah desa. Istri dari orang nomor satu di Kabupaten Sampang tersebut mengingatkan bahwa transformasi layanan ini tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya fasilitas yang memadai. Oleh karena itu,
Baca Juga: Tiga Kuliner Khas Resmi Dipatenkan, Pemkab Sampang Sukses Gelar Festival Kuliner Ki Komunal 2026
ia meminta seluruh kepala desa untuk mengalokasikan perhatian dan anggaran desa guna mendukung pemenuhan sarana serta prasarana penunjang kegiatan Posyandu di wilayah masing-masing.
Melalui komitmen bersama yang solid dalam Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sampang optimis target penurunan angka stunting dapat tercapai sesuai target.
Keterlibatan aktif dari sekitar 300 peserta—yang terdiri dari TP PKK, para camat, kepala puskesmas, bidan desa, hingga kader posyandu—diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan. Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari angka statistik semata, melainkan dari meningkatnya kualitas hidup dan derajat kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Sampang secara berkelanjutan.
Editor : Taufik