BeritaInvestigasiNews.Id || Sampang – Masyarakat Kabupaten Sampang dan sekitarnya belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya selebaran digital (flyer) hoaks yang mengumumkan rencana pemadaman listrik total selama tiga hari berturut-turut di wilayah Jawa dan Bali, hingga memicu keresahan warga yang langsung berbondong-bondong melakukan persiapan darurat seperti mengisi penuh tandon air akibat panik.
Menanggapi kepanikan tersebut, Manajer PLN ULP Sampang, Mahfud, langsung memberikan klarifikasi resmi ke Awak media yang Menghubungi lewat Telepon WhatsApp guna meluruskan informasi simpang siur yang beredar di berbagai grup aplikasi percakapan WhatsApp tersebut.
Baca Juga: PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Sampang Hari Ini demi Optimalkan Layanan
"Flyer yang beredar luas di tengah masyarakat tersebut murni bukan produk dari PLN, sehingga seluruh isi informasi di dalamnya dipastikan tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan mengenai prosedur resmi perusahaan dalam menyampaikan setiap kebijakan atau agenda pemeliharaan jaringan yang berdampak langsung pada pemadaman berkala di wilayah kerja mereka.
"Terkait pengumuman manajemen beban atau pemeliharaan jaringan, pasti akan kami sampaikan secara resmi melalui pesan tertulis yang dikirimkan langsung kepada pelanggan yang terdampak," ungkapnya.
Baca Juga: Infrastruktur Negara Dijarah, Kabel Trafo PLN di JLS Sampang Raib Digondol Maling
Pihak PLN ULP Sampang juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi listrik di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sampang, agar aktivitas harian masyarakat tidak terganggu.
"Kami terus berupaya mempercepat pemulihan pembangkit agar kondisi ini segera membaik dan seluruh pelanggan bisa mendapatkan pasokan listrik secara andal," terangnya.
Baca Juga: Warga Sampang Terpaksa "Ngelos" Listrik Akibat Janji PLN
Manajemen PLN ULP Sampang juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan serta kegaduhan yang sempat terjadi di ruang publik akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar pasokan listrik di wilayah kita tetap aman dan terkendali," pungkasnya.
Editor : Taufik