Sampaikan Data Secara Benar Kepada Petugas Sensus Ekonomi 2026

avatar Arifin Imron

Beritainvestigasinews.id, Kupang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Wartawan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur *Arifin* mengajak seluruh masyarakat untuk menerima dengan baik petugas sensus dan menyampaikan data secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya dalam *Sensus Ekonomi 2026*.

Hal itu disampaikan Arifin di *Kantor Sekretariat DPD KWI NTT* saat menyikapi pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang sedang berlangsung.

"Silakan terima dan sambut baik petugas sensus yang melakukan pendataan. Berikan jawaban yang sesuai dengan kondisi yang ada secara terbuka," ujar Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menyoroti pentingnya kejujuran data sebagai fondasi kebijakan pemerintah. 

*Data Bohong, Bantuan Salah Sasaran*

"Sering kita menyalahkan pemerintah soal bantuan yang tidak tepat sasaran dan pembangunan yang tidak merata. Tapi mari jujur, di tingkat bawah kita juga ikut andil," tegasnya.

Menurut Arifin, saat petugas melakukan pendataan masih banyak masyarakat yang tidak jujur. Kondisi rumah bagus, perhiasan masih lengkap, namun pengeluaran dilebih-lebihkan dan pendapatan dikecilkan agar terlihat miskin demi mendapatkan bantuan.

"Pendataan itu bukan dongeng. Itu data statistik yang jadi dasar kebijakan. Kalau data yang masuk sudah keliru, bagaimana pemerintah bisa menggambarkan kondisi yang sebenarnya?" lanjutnya.

Arifin menekankan bahwa yang seharusnya diprioritaskan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan: *rumah reyot, janda, lansia yang tidak punya penopang nafkah*. Jangan sampai mereka kalah "balapan" dengan yang sebenarnya mampu tapi jago mengarang saat didata.

"Tepat sasaran itu tanggung jawab bersama. Pemerintah membenahi sistem, rakyat membenahi kejujuran," tambah Arifin.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk memetakan kondisi ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Data yang akurat diharapkan dapat menjadi dasar program bantuan sosial dan pembangunan yang lebih merata.

"Saya beberapa waktu lalu mendengar curhatan salah seorang petugas sensus dilapangan, tentang bagaimana fakta yang ditemui dilapangan, kebanyakan justru kalangan menengah kebawah yang bisa menyampaikan dengan jawaban jujur apa adanya, sedangkan masyarakat menengah keatas cenderung lebih banyak senyum-senyum bahkan jawab sudah atur aja, kalau seperti ini kan kasian petugas yang turun dilapangan berpanas-panasan keluar masuk rumah, tapi inilah realita, mari kita perbaiki karakter kesadaran dalam diri kita untuk Indonesia yang lebih baik" pungkas Arifin.

 

ARIFIN

Berita Terbaru