BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG - PT Garam (Persero) tengah menjajaki rencana pembangunan Pabrik Garam Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, guna memperkuat kapasitas garam industri nasional dan mendukung program hilirisasi strategis yang telah disetujui Danantara. Langkah pengembangan ini diambil karena Sampang memiliki kesiapan lahan seluas 1.700 hektare, basis bahan baku yang kuat, serta lokasi strategis yang dekat dengan pasar industri di Pulau Jawa.
Penegasan tersebut disampaikan untuk mengklarifikasi kabar yang beredar mengenai penetapan mitra investor asal Tiongkok, di mana proses saat ini masih berada dalam tahap kajian awal dan penyusunan studi kelayakan bersama beberapa calon mitra strategis.
Baca Juga: Lewat Program 'Garam Peduli Pendidikan', PT Garam Salurkan Bantuan Tas Sekolah di Desa Sejati
Sekretaris Perusahaan PT Garam (Persero), Indra Kurniawan, menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan belum menetapkan mitra resmi maupun membuat keputusan investasi final terkait proyek tersebut. Pembahasan yang sedang berjalan dengan para calon mitra masih berfokus pada pendalaman aspek teknis, komersial, finansial, skema investasi, hingga perizinan.
“PT Garam pada prinsipnya terbuka terhadap skema kerja sama yang paling optimal dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan serta mendukung pengembangan industri garam nasional. Jadi hingga saat ini belum ada penetapan mitra maupun keputusan investasi final,” katanya. Jumat (25/9/2026)
Indra menjelaskan lebih lanjut bahwa proyek hilirisasi ini sangat krusial untuk merespons kebutuhan neraca garam nasional yang saat ini berada di kisaran 5 juta ton per tahun. Kehadiran pabrik modern ini diproyeksikan mampu mendongkrak pasokan garam industri berbasis produksi dalam negeri secara signifikan.
“Harapannya kebutuhan industri dapat semakin banyak dipenuhi dari dalam negeri sehingga mendukung swasembada garam sekaligus mengurangi ketergantungan impor secara bertahap,” ungkapnya.
Selain membawa dampak pada skala nasional, keberadaan proyek manufaktur ini diyakini akan menjadi pendorong utama roda perekonomian masyarakat lokal di Pulau Madura. Kehadiran investasi tersebut diproyeksikan mampu membuka banyak lapangan kerja baru serta menghidupkan sektor pendukung seperti jasa, transportasi, dan logistik di kawasan Sampang.
“Yang menjadi fokus utama bukan asal investornya, melainkan kepastian bahwa investasi tersebut memberikan manfaat bagi daerah, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta mendukung penguatan industri garam nasional,” ujarnya.
Rencana investasi ini pun menyedot perhatian dan respon positif dari jajaran pemerintah daerah setempat. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menyatakan dukungan penuh terhadap masuknya investor sektor penggaraman, bahkan pihak legislatif berjanji siap membantu serta mempermudah urusan regulasi demi kesejahteraan petani garam dan masyarakat pesisir.
Editor : Taufik