Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Proses seleksi Ketua Lingkungan (Ketling) di Kota Manado kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menilai tahapan seleksi kali ini sarat kepentingan dan tidak objektif, bahkan dinilai hanya sebagai formalitas belaka.
Kecurigaan masyarakat semakin menguat setelah jadwal pengumuman hasil seleksi tiba-tiba dimajukan dari tanggal yang telah ditetapkan sebelumnya. Awalnya, hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada 29 Juli 2025, namun secara mengejutkan diumumkan pada 25 Juli 2025, empat hari lebih awal tanpa penjelasan yang memadai.
Baca juga: Lurah Batukota Boby Liow Kedepankan Pelayanan Cepat dan Humanis, Warga Beri Apresiasi
"Kenapa dipercepat? Ada apa? Ini sangat janggal dan mengundang tanda tanya. Jangan sampai ada intervensi dari pihak penguasa atau partai politik tertentu," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kecurigaan warga semakin diperkuat oleh fakta bahwa mayoritas Ketua Lingkungan yang dinyatakan lolos adalah wajah-wajah lama yang dikenal sebagai simpatisan atau bahkan kader partai politik tertentu. Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 99 persen dari mereka adalah orang lama yang diduga memiliki afiliasi politik.
Baca juga: Pelayanan Humanis Dinas Sosial Manado, Warga Rasakan Pendampingan Pengurusan BPJS
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan independensi dan netralitas jabatan Ketua Lingkungan, yang sejatinya menjadi ujung tombak pelayanan publik di tingkat akar rumput.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia Seleksi, Julieses Oehlers, SH yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Kota Manado, belum memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Oehlers tidak memberikan tanggapan.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kota Manado untuk transparan dan menjelaskan secara terbuka alasan percepatan pengumuman serta dasar penetapan hasil seleksi, demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di tingkat lingkungan.
Editor : Romeo