Respons Cepat Polda Sulut! 11 Anggota Dipatsus, Kapolda Minta Maaf atas Insiden Minsel

avatar Romeo

BeritaInvestigasiNews.id,- Sulut,- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menunjukkan langkah penegakan disiplin internal menyusul insiden yang melibatkan sejumlah personel kepolisian di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sebanyak 12 anggota telah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulut, dengan hasil 11 anggota dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin dan ditempatkan di tempat khusus (patsus), Senin (26/10/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya institusi Polri untuk menindaklanjuti peristiwa yang menjadi perhatian publik sekaligus memastikan setiap personel menjalankan tugas sesuai aturan, prosedur, dan kode etik yang berlaku.

Baca Juga: Polda Sulut Kerahkan 633 Personel di Operasi Patuh Klabat 2026, Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas Tanpa Pandang Bulu

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, menegaskan bahwa pimpinan kepolisian berkomitmen mengambil tindakan terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, Kapolda Sulut juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

“Bapak Kapolda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan kejadian yang ada di Minahasa Selatan,” ujar Endrastiawan. 

Ia menegaskan, permohonan maaf tersebut disertai langkah konkret melalui pemeriksaan internal dan penindakan terhadap personel yang terbukti melanggar ketentuan.

“Pimpinan tetap melaksanakan tindakan secara tegas apabila ditemukan anggota yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Sebelas Anggota Dikenai Patsus

Berdasarkan hasil pemeriksaan Propam Polda Sulut, dari 12 anggota yang diperiksa, sebanyak 11 personel dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan telah dikenai penempatan khusus.

“Dari Propam Polda Sulut telah melakukan pemeriksaan kepada anggota sebanyak 12 anggota. Dari hasil pemeriksaan, telah dilakukan penempatan khusus terhadap 11 anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin,” ungkap Endrastiawan.

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan insiden yang ramai diperbincangkan di media sosial, menyusul dugaan sejumlah anggota berada dalam kondisi mabuk saat menjalankan tugas. Dalam peristiwa itu, seorang anggota juga dilaporkan melepaskan tembakan ke arah warga. Rangkaian kejadian tersebut masih perlu didalami berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang sah.

Berawal dari Patroli Malam

Sebelumnya, Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega menjelaskan bahwa insiden bermula pada Sabtu (24/10/2026) dini hari, ketika personel patroli malam mendapati sekelompok anak muda dan warga sedang mengonsumsi minuman keras.

Baca Juga: Perang terhadap Narkoba di Manado! Bareskrim Polri dan Polda Sulut Amankan 4 Orang, Sita 111 Paket Sabu

Petugas kemudian memberikan imbauan agar aktivitas tersebut dihentikan dan masyarakat kembali ke rumah masing-masing guna mencegah potensi gangguan keamanan.

Namun, situasi dilaporkan berubah setelah kaca belakang mobil patroli terkena lemparan batu. Personel kemudian berupaya mencari pihak yang diduga melakukan pelemparan hingga terjadi perselisihan antara anggota patroli dan sejumlah warga.

Dalam rangkaian kejadian tersebut, polisi mengamankan satu orang yang diduga melakukan provokasi. Petugas juga menemukan sembilan buah panah wayer di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, seorang anggota patroli dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena panah wayer dan sedang menjalani pengobatan.

Evaluasi untuk Memperkuat Profesionalitas Polri

Kapolres Minsel menyatakan bahwa pemeriksaan internal dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran dalam penanganan kejadian di lapangan sekaligus memastikan setiap tindakan personel sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Viral! Halaman Siluman Catut Nomor Kontak Pemred Kibar Indonesia Siap Dilaporkan ke- APH

Apabila ditemukan pelanggaran, penindakan akan dilakukan berdasarkan aturan hukum, disiplin, dan kode etik Polri.

Di sisi lain, patroli preventif tetap dilaksanakan untuk mencegah gangguan keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan perlindungan, rasa aman, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Insiden di Minsel menjadi momentum evaluasi bagi kepolisian untuk memperkuat pengawasan, pembinaan, dan profesionalitas personel, terutama ketika menghadapi situasi yang berpotensi memicu konflik.

Penegakan disiplin terhadap anggota yang terbukti melanggar serta pengusutan kejadian secara transparan diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain, termasuk melempar benda ke arah petugas maupun menggunakan senjata berbahaya.

Dengan proses pemeriksaan yang objektif dan penanganan sesuai ketentuan, seluruh rangkaian insiden di Minahasa Selatan diharapkan dapat terungkap secara jelas, sehingga pertanggungjawaban setiap pihak dapat ditentukan berdasarkan fakta dan bukti yang sah.

Berita Terbaru