Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Markas Besar Kepolisian Jawa Timur

Reporter : Nugik Ramadhan

Beritainvestigasinews.id, Surabaya, - Panas terik matahari tak menyurutkan langkah kaki mahasiswa dari berbagai kampus menuju Markas Besar Kepolisian Jawa Timur guna menyuarakan ketidak adilan di negeri ini. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menggelar demonstrasi bertajuk" Reformasi Polri di depan Markas Polda Jawa Timur", Sabtu (30/8/2025).

Massa terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan almamater masing-masing kampus. Sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan mulai memarkirkan kendaraan di sepanjang Jalan Ketintang Baru, lalu mengibarkan puluhan bendera merah putih sambil menyanyikan yel-yel mahasiswa.

“Kita berjuang melawan kedzaliman, kita berjuang melawan demi perdamaian negeri!,” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.

Mahasiswa sebagai tonggak perubahan maka kita lakukan perjuangan itu. Siap melawan teman-teman!. Pantauan di lokasi, Jalan Ahmad Yani mulai dari putar balik Taman Pelangi ditutup lantaran dipenuhi massa aksi. Arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat dialihkan menuju jalur alternatif Surabaya-Malang.

Diketahui, aksi ini merupakan buntut dari demonstrasi solidaritas yang digelar sehari sebelumnya di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025). Massa aksi dan mahasiswa menyampaikan tuntutan aksi. Tak sedikit diantara mereka yang juga meneriakkan kekecewaan akan sikap dan tindakan polisi yang represif terhadap masyarakat yang berunjuk rasa. Massa aksi membentangkan spanduk kemarahan yang bertuliskan Polisi Pembunuh Rakyat, Bebaskan Kawan Kami, hingga All Cops Are Bastard (ACAB), selain itu mereka juga mengibarkan bendera kampus masing-masing.

Mahasiswa yang turun aksi dalam demontrasi bertajuk Reformasi Polri di Surabaya hari ini, berasal dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), UIN Sunan Ampel Surabaya, UPN Veteran Jatim, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), dan Universitas Wijaya Kusuma (UWKS).

Sementara tuntutan aksi mereka adalah :

1. Mendesak aparat penegak hukum untuk menghentikan segala bentuk tindakan respentif terhadap massa aksi.

2. Usutvtuntas kasus kekerasa dan korban jiwa dalam aksi demonstrasi, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan driver Ojek Online

3. Bebaskan seluruh masa aksi yang ditahan di Polrestabes Surabaya.

4. Mendesak Reformasi total institusi Kepolisian. De Militarisasi Polri

5. Transparansi polisi dala penanganan perkara pidana

6. Usut tuntas oknum Polisi yang terlibat dalam tragedi Kanjuruhan Malang

Dan setelah lama melakukan orasi,akhirnya Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si menemui para mahasiswa.

" Kami meminta maaf atas kejadian yang ada di Jakarta, dengan meninggalnya driver ojol Affan Kurniawan, dan kami tegaskan oknum anggota di Jakarta sudah ditahan dan di publikasikan sebagai bentuk transparasi kami dalam menangani insiden tersebut. Mari kita kawal terus proses ini bersama-sama dan akan selalu di update atas proses hukum terhadap 7 orang tersebut, yaitu hukuman pidana," Jelas Kapolda Jatim.

Pada akhirnya Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto bersedia menandatangani surat tuntutan aksi damai mahasiswa tersebut. Demo mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib walaupun ada sedikit kericuhan dengan melempar botol aqua kepada polisi dan menyalakan petasan. Situasi akhirnya aman dan kondusif.

 

Nugie

Editor : Nugik Ramadhan

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru