Warga Kampung Kajuk Sampang Terdampak Banjir, Desak Pembangunan Pompa Air Segera

Reporter : Taufik

Beritainvestigasinews.id _ Sampang – Sejumlah warga di Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, kembali dilanda bencana banjir, meskipun skalanya masih tergolong kecil. Peristiwa genangan air ini disebut sebagai dampak langsung dari proyek pembangunan infrastruktur saluran air di wilayah tersebut. Kamis (6/11/2025)

Keresahan ini muncul seiring adanya perubahan aliran air yang kini menyebabkan Kampung Kajuk harus menanggung akibatnya.

Baca juga: Banjir Sampang Berangsur Surut, Status Siaga 3 Tetap Diberlakukan

Moh Junaidi, salah satu warga yang tinggal di Jalan Pemuda Baru RT/RW 03/04 Kelurahan Rongtengah. bertindak sebagai juru bicara warga Kampung Kajuk yang merasakan dampak negatif dari pembangunan yang seharusnya membawa solusi, namun justru menimbulkan masalah baru. Laporan ini merupakan representasi dari permintaan mendesak seluruh komunitas yang terdampak.

Timbulnya banjir kecil-kecilan yang merendam permukiman di Jalan Pemuda Baru. Banjir ini muncul akibat debit air yang tidak tertampung dengan baik oleh sistem drainase yang baru. Warga khawatir jika curah hujan meningkat, genangan ini akan membesar dan menyebabkan kerugian yang lebih parah.

Waktu ini menunjukkan bahwa dampak pembangunan sudah mulai dirasakan sesaat setelah atau selama proyek tersebut beroperasi, memberikan indikasi bahwa perencanaan dan mitigasi dampak yang dilakukan mungkin kurang matang.

Baca juga: Warga RT 03 RW 04 Terdampak Banjir, Tagih Janji Pembangunan Pompa ke Pemerintah

Jalan Pemuda Baru RT/RW 03/04 Kelurahan Rongtengah, yang berada di kawasan strategis dan berdekatan dengan pusat kota. Wilayah ini menjadi titik temu aliran air dari saluran yang dibangun dari Jalan Imam Bonjol dan tembus ke Jalan Pemuda Bahari, yang kemudian mengarah ke Kampung Kajuk.

Menurut  Moh Junaidi penyebabnya adalah dampak dari pembangunan saluran air baru yang berasal dari Jalan Imam Bonjol dan mengalir ke Jalan Pemuda Bahari hingga Kampung Kajuk. "Saluran baru ini diduga membawa volume air yang lebih besar ke wilayah tersebut, namun sistem pembuangan akhir tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai." Jelasnya 

Moh Junaidi menambahkan."Akar permasalahan dari genangan ini adalah ketiadaan pembangunan pompa air yang vital. Pompa air tersebut sangat diharapkan berpusat di ujung selokan di Jalan Pemuda Satria, yang merupakan titik kritis pembuangan akhir di wilayah tersebut. 

Baca juga: Banjir Susulan di Padang Pariaman, Tim Rescue Korpolairud Evakuasi 250 Warga

"Tanpa adanya pompa, air tidak dapat dipompa keluar dengan cepat, terutama saat terjadi pasang air laut atau hujan deras bersamaan, sehingga terjadi penumpukan dan luapan." Tambahnya

Warga Kampung Kajuk menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya dinas terkait, untuk segera merealisasikan pembangunan pompa air di lokasi yang diusulkan. Mereka berharap upaya ini dapat menjadi solusi permanen agar Kampung Kajuk dan sekitarnya menjadi aman dari ancaman banjir yang kini rutin terjadi.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru