Beritainvestigasinews.id || Sampang - Kabupaten Sampang, mulai menunjukkan tren penurunan debit air setelah sempat tergenang banjir. Berdasarkan pantauan lapangan hingga pukul 06.39 WIB, genangan air di sejumlah titik vital mulai surut seiring dengan berhentinya hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu. Senin (5/01/2025)
Banjir ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang sejak beberapa waktu sebelumnya. Aliran air dari wilayah perbukitan tersebut kemudian mengalir menuju area perkotaan Sampang, yang menyebabkan beberapa ruas jalan protokol dan pemukiman warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Baca Juga: Warga RT 03 RW 04 Terdampak Banjir, Tagih Janji Pembangunan Pompa ke Pemerintah
Meskipun sebagian besar wilayah mulai membaik, BPBD Kabupaten Sampang menetapkan status wilayah saat ini pada level Siaga 3. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca di wilayah terdampak terpantau masih dalam kondisi berawan dan fluktuatif.
Data terbaru menunjukkan bahwa titik terdalam masih berada di Jalan Raya Panggung dengan ketinggian air mencapai ±30 cm, diikuti Jalan Raya Imam Bonjol setinggi ±20 cm. Namun, kabar baiknya, akses di Jalan Raya Panggung kini sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan bermotor meskipun pengendara tetap diminta untuk berhati-hati.
Baca Juga: Banjir Susulan di Padang Pariaman, Tim Rescue Korpolairud Evakuasi 250 Warga
Kondisi di beberapa lokasi lain seperti Desa Panggung dan Jalan Suhadak tercatat menyisakan genangan setinggi ±10 cm. Sementara itu, sepuluh titik lainnya, termasuk Jalan Melati, Mawar, Teratai, hingga kawasan Pemuda baru dan Garuda, dilaporkan sudah surut total sehingga aktivitas masyarakat mulai kembali normal secara bertahap.
Kepala Pelaksana BPBD melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Hozin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani situasi ini. Tim reaksi cepat telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait serta pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi debit air di lapangan.
Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Panyiburan di Sampang, 116 KK Terdampak
"Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ini atau kondisi pengungsi dinyatakan nihil. Keadaan di sektor hulu pun menunjukkan tren positif, di mana alat Early Warning System (EWS) mencatat ketinggian air berada pada level normal, yakni 1.29 meter, yang menandakan beban air dari utara telah berkurang."ujarnya.
Penanganan banjir ini melibatkan kolaborasi antara personel BPBD Sampang dan Tim Agisena BPBD Jawa Timur. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta terus mengikuti arahan resmi dari petugas di lapangan hingga status siaga sepenuhnya dicabut.
Editor : Taufik