Warga RT 03 RW 04 Terdampak Banjir, Tagih Janji Pembangunan Pompa ke Pemerintah

Foto: warga di wilayah RT 03 RW 04 terpaksa harus berjaga di tengah genangan air
Foto: warga di wilayah RT 03 RW 04 terpaksa harus berjaga di tengah genangan air

Berita-compasnews.com || Sampang  – Ratusan warga di wilayah RT 03 RW 04 terpaksa harus berjaga di tengah genangan air pada Minggu 4 Januari 2026 malam. Hujan lebat yang mengguyur sejak sore hari mengakibatkan pemukiman warga terendam banjir dengan ketinggian yang cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga setempat. Senin (5/01/2025)

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga yang merasa menjadi korban dari proyek infrastruktur di sekitar wilayah mereka.Moh Junaidi, salah satu perwakilan warga, menyatakan bahwa banjir kali ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak teknis dari pengerjaan proyek drainase yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Baca Juga: Banjir Sampang Berangsur Surut, Status Siaga 3 Tetap Diberlakukan

Menurut penuturan warga, pembangunan drainase yang membentang dari arah Imam Bonjol hingga ke Jalan Pemuda Bahari diduga menjadi penyebab utama air tidak dapat mengalir dengan lancar. Akibatnya, setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, air justru berbalik dan meluap ke pemukiman warga RT 03 RW 04.

Moh Junaidi secara tegas menagih janji pihak terkait mengenai pengadaan pompa air. Sebelumnya, warga telah dijanjikan sebuah pompa permanen yang berfungsi untuk menyedot air dari selokan warga menuju sungai guna memutus siklus banjir di wilayah pemukiman mereka.

Baca Juga: Banjir Susulan di Padang Pariaman, Tim Rescue Korpolairud Evakuasi 250 Warga

“Kami menagih janji agar pompa air yang menuju ke sungai segera dibangun. Jangan biarkan kami terus-menerus kebanjiran setiap hujan lebat hanya karena dampak pembangunan drainase yang belum tuntas solusinya,” ujar Moh Junaidi saat memberikan keterangan di tengah kondisi lingkungan yang tergenang.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa sistem pembuangan air yang ada saat ini tidak mampu menampung debit air karena adanya penyempitan atau hambatan selama masa konstruksi drainase. Warga merasa pembangunan di satu sisi seharusnya tidak merugikan sisi lainnya, terutama area pemukiman padat penduduk.

Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Panyiburan di Sampang, 116 KK Terdampak

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergotong royong mengamankan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi. Mereka mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum (DPU) atau instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan langkah darurat berupa penyediaan pompa portabel sebelum pembangunan pompa permanen direalisasikan.

Warga berharap narasi ini sampai ke telinga pengambil kebijakan agar proyek drainase di Jalan Pemuda Bahari segera dievaluasi dan pembangunan pompa yang dijanjikan menjadi prioritas utama. Warga RT 03 RW 04 menegaskan bahwa mereka membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji di tengah genangan air yang terus berulang.

Editor : Taufik

Berita Terbaru