Nama Calvin Castro Menguat di KONI Manado, Serangan Video Lawas Diduga Bermotif Politik

Reporter : Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Munculnya nama aktivis Sulawesi Utara, Calvin Castro, sebagai bakal calon Ketua KONI Manado langsung memicu eskalasi politik panas di internal pendukung kandidat lain, khususnya kubu Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, Rabu (3/12/2025).

‎Hanya sehari setelah Castro resmi mendaftar dan diantar oleh dua Staf Khusus Gubernur Sulut, Recky Langie dan Christian Yokung, sebuah akun Facebook bernama Breinda Enda yang menurut penelusuran publik bekerja sebagai sopir pribadi Sualang mulai menyebarkan ulang potongan video lama penangkapan Castro oleh Resmob Polda Sulut tahun lalu di kawasan Megamas.

‎Langkah ini langsung memicu kecurigaan publik. Penelusuran redaksi menemukan bahwa video tersebut diduga kuat berasal dari lingkaran politik yang berseberangan dengan Castro, dan kini diproduksi ulang sebagai materi serangan menjelang kontestasi Ketua KONI Manado.

‎Calvin Castro: “Kasus itu sudah selesai dan tidak terbukti apa-apa”

‎Menanggapi kemunculan video tersebut, Calvin Castro menegaskan bahwa persoalan itu telah tuntas secara hukum.

‎“Kasus itu sudah lama selesai dan tidak terbukti apa-apa. Tidak ada bukti yang cukup, dan polisi sudah menyatakan itu,” ujar Castro.

‎Ia kemudian kembali membeberkan kronologi yang menurutnya menjadi akar dari insiden penangkapan tersebut. Castro menjelaskan bahwa kejadian bermula dari sebuah pemberitaan terkait dugaan bisnis gelap solar subsidi. Seorang wartawan meminta tanggapan dirinya sebagai aktivis, yang kemudian menjadi dasar penulisan berita itu.

‎Namun setelah berita terbit, muncul oknum wartawan lain yang kemudian menghubungi seorang mafia solar berinisial FL alias Fokla, dan meminta uang tunai Rp100 juta untuk menghapus pemberitaan tanpa sepengetahuan dirinya.

‎“Saya tidak pernah meminta uang. Tidak ada bukti chat apa pun yang menunjukkan saya meminta uang. Itu murni urusan antar-wartawan dan pemain solar. Tapi nama saya diseret, dan sekarang video yang tidak diverifikasi dipakai lagi untuk menyerang saya secara politik,” tegasnya.

“Uang itu tidak diserahkan ke saya”

‎Calvin juga menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima uang tersebut.

‎“Uang nyanda kase pa kita. Fokla cuma bilang ‘mo taruh dimana ini’. Kita nda respon. Dia langsung taruh di kursi samping saya dan langsung keluar. Setelah itu Resmob masuk melakukan OTT,” ungkapnya.

‎Menurut Calvin, setelah pemeriksaan, penyidik tidak menemukan unsur yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Polda Sulut menerbitkan surat pelepasan

‎Setelah seluruh proses BAP rampung, Polda Sulut akhirnya menerbitkan surat perintah pelepasan karena tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan atau menjerat dirinya.

‎“Saya menghormati Polda Sulut yang bekerja profesional dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Calvin.

Kontestasi KONI Memanas Jelang Pemilihan

‎Kemunculan kembali video lama ini menandai bahwa pertarungan menuju kursi Ketua KONI Manado semakin keras. Serangan berbasis isu lama yang sudah selesai secara hukum dinilai sebagai upaya sistematis untuk merusak citra Castro di tengah menguatnya dukungan dari sejumlah pengurus cabor dan elemen masyarakat.

‎Situasi ini diperkirakan akan membuat bursa Ketua KONI Manado menjadi salah satu kontestasi paling panas dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo

Editor : Kaperwil Sulut Romeo

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru