Beritainvestigasinews.id || Sampang Menjelang kepindahannya ke tingkat nasional, Kajati Jatim Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus pamitan kepada sejumlah ulama dan tokoh agama di Kabupaten Sampang, Madura, pada Rabu (15/4/2026).
Didampingi Kajari Sampang Mochamad Iqbal, kunjungan ini bertujuan memohon doa restu sehubungan dengan promosi jabatannya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Sesjampidum) di Kejaksaan Agung RI.
Baca juga: Kajari Sampang Mohammad Iqbal Pastikan Kasus Pajak RSMZ Diusut Tuntas Hingga Perhitungan Riil
Agus Sahat menyampaikan bahwa kunjungannya kepada para ulama, termasuk Habib Alwi bin Idrus Ba’agil, merupakan bentuk Ta’zim atas dukungan selama dirinya mengabdi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Ia merasa perlu menjaga tali silaturahmi dengan para tokoh agama di wilayah Madura sebelum resmi mengemban amanah baru di Jakarta yang memiliki cakupan tanggung jawab lebih luas.
"Kunjungan ini adalah bentuk syukur dan penghormatan kami kepada para kiai dan habaib di Sampang yang selama ini telah banyak membantu menciptakan suasana kondusif melalui jalur spiritual dan kemasyarakatan," katanya.
Baca juga: GAIB Desak Kejari Sampang Tahan Tersangka Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Dalam kesempatan yang sama, Kajati Jatim juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan baik antara korps Adhyaksa dengan masyarakat di daerah meski dirinya sudah tidak lagi bertugas di Jawa Timur. Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus dilanjutkan oleh para penerusnya di wilayah Sampang maupun Jawa Timur secara umum.
"Doa dari para guru dan ulama adalah modal utama bagi saya agar tetap amanah dan kuat dalam menjalankan tugas baru yang penuh tantangan di tingkat nasional nanti," ungkapnya.
Baca juga: Usut Korupsi Rp 7,5 M, Kejari Sampang Dalami Keterangan Legislatif dan Eksekutif
Kajari Sampang, Mochamad Iqbal turut mengungkapkan
"Kami merasa bangga sekaligus terinspirasi atas capaian prestasi beliau, dan kami yakin posisi Sesjampidum adalah amanah yang tepat bagi sosok yang memiliki integritas tinggi seperti beliau," tegasnya.
Kegiatan pamitan tersebut ditutup dengan doa bersama di kediaman pimpinan Majelis Muhibbin Sa’adah Madura sebagai simbol restu bagi kelancaran tugas Agus Sahat di ibu kota. Momentum ini menandai berakhirnya masa pengabdian Agus Sahat di Jawa Timur sekaligus mengukuhkan kedekatan antara aparat penegak hukum dengan tokoh agama dalam menjaga keharmonisan wilayah.
Editor : Taufik