SPBU 74.951.08 Sario Disorot, Mobil Diduga Bertangki Modifikasi Disebut Berulang Kali Isi Solar Subsidi

Reporter : Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU 74.951.08 Sario, Kota Manado, menjadi sorotan. Tim awak media menduga adanya pola pengisian berulang oleh sejumlah kendaraan yang disebut menggunakan tangki modifikasi dan diduga mendistribusikan kembali solar subsidi tersebut.

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, sejumlah kendaraan yang disebut sebagai mobil penampung solar atau mobil tab solar, dengan nomor polisi dari Provinsi Gorontalo, diduga berulang kali melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi di SPBU tersebut.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Rp10 Miliar Memanas! Nayodo Mengaku Pinjam Uang atas Perintah Yasti

Kendaraan-kendaraan itu juga diduga memiliki tangki yang telah dimodifikasi pada bagian kiri dan kanan. Dugaan ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah kendaraan tersebut memenuhi ketentuan teknis dan aturan penyaluran BBM subsidi.

Dalam penelusuran tersebut, seorang operator SPBU yang disebut bernama Reza diklaim membenarkan adanya instruksi dari seseorang bernama Andre, yang oleh sumber disebut sebagai pemilik SPBU, terkait aktivitas pengisian solar kepada kendaraan-kendaraan tersebut.

Namun, keterangan mengenai instruksi, hubungan pihak-pihak yang disebut, serta dugaan adanya kerja sama dalam penyaluran BBM subsidi itu masih perlu diverifikasi secara independen. Klarifikasi dari pihak pengelola SPBU maupun operator yang bersangkutan penting untuk memperoleh gambaran yang utuh.

Dugaan Pengisian Berulang Perlu Diusut

Jika dugaan pengisian berulang menggunakan kendaraan bertangki modifikasi tersebut terbukti, praktik itu patut menjadi perhatian serius. Sebab, BBM bersubsidi diperuntukkan bagi konsumen yang memenuhi persyaratan, sehingga penyalurannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

Awak media juga menduga adanya mekanisme pembayaran tertentu dalam transaksi pengisian solar tersebut. Akan tetapi, dugaan mengenai perbedaan harga, pola pembayaran, maupun kemungkinan kesepakatan antara pihak-pihak terkait perlu dibuktikan melalui pemeriksaan transaksi dan keterangan para pihak terkait.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, aparat penegak hukum dan instansi terkait perlu melakukan pemeriksaan secara objektif, tanpa terlebih dahulu menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu.

Baca juga: Polda Sulut Tegaskan Komitmen Polri Profesional melalui PTDH dan Penghargaan Personel

Pemeriksaan dapat mencakup rekaman kamera pengawas (CCTV), catatan transaksi penjualan solar, identitas kendaraan, frekuensi pengisian, volume BBM yang disalurkan, serta dokumen dan kelayakan teknis kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi.

Data tersebut penting untuk mengetahui apakah pengisian dilakukan sesuai ketentuan atau terdapat indikasi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Data tersebut penting untuk mengetahui apakah pengisian dilakukan sesuai ketentuan atau terdapat indikasi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

 Kapolda Sulut Diminta Tindak Lanjuti Dugaan Tersebut

Menyikapi dugaan tersebut, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., diminta memberikan perhatian dan mendorong penelusuran sesuai kewenangan aparat penegak hukum.

Baca juga: Warga AS Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah di Sangihe, Nama Alfret Tulas Tercantum dalam Laporan

Penanganan perkara harus mengedepankan bukti, transparansi, dan asas praduga tak bersalah. Apabila ditemukan pelanggaran, pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain kepolisian, pihak Pertamina dan instansi yang berwenang dalam pengawasan distribusi BBM juga diharapkan melakukan verifikasi terhadap aktivitas penyaluran solar di SPBU 74.951.08 Sario.

Pengawasan yang ketat diperlukan agar BBM subsidi tidak disalahgunakan dan tetap dapat dinikmati masyarakat yang berhak.

Hingga berita ini disusun, dugaan keterlibatan pengelola SPBU, operator, serta kendaraan-kendaraan yang disebut dalam penelusuran tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait.

Editor : Romeo

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru