Beritainvestigasinews.id, Sampang, - Kelangkaan pupuk bersubsidi ini dirasakan oleh salah satu distributor pupuk UD.Usaha tani jalan KH. Wahid Hasyim,Sampang,, karena pengurangan bukan cuma di distributor kota Sampang saja tapi Seluruh wilayah di Jawa timur,
Distributor hanya menerima jatah dan angka pupuk bersubsidi dari pusat aja, bukan distributor yang mengurangi tapi angka pengiriman yang mengalami penurunan.
pada tahun ini pupuk bersubsidi sedang mengalami penurunan dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnyaPasalnya, pada tahun 2023 kemarin pupuk bersubsidi jenis Urea di Sampang sebanyak 31.239 ton dan NPK sebanyak 23.689 ton.Sedangkan di tahun ini kuota pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 20.356 ton dan jenis NPK sebanyak 15.291 ton.
Wilayah Jawa Timur (Jatim) hampir 50 persen terjadi pengurangan pupuk bersubsidi. Itu semua sudah jatah dari pusat dan terjadi di seluruh Indonesia, jumat (12/1/2024)
Besaran kuota pupuk bersubsidi 2024 di masing-masing kecamatan se Kabupaten Sampang hampir sama.
Dengan adanya pengurangan kuota pupuk ini otomatis akan berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian, termasuk di Kabupaten Sampang.
Untuk petani yang sudah masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani di Sampang sebanyak 152.884 NIK,Atas berkurangnya kuota pupuk bersubsidi tersebut, pihaknya mewanti-wanti terhadap petani agar lebih cermat dalam menggunakan pupuk secara berimbang.
“Dalam penggunaan pupuk lebih baik pupuk organik, semakin banyak pemakaian organik maka tanaman padi akan semakin bagus." Pungkasnya.
Penulis : Moh. Mansur
Editor : Redaktur