[caption id="attachment_64767" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Kalapas Kerobokan RM. Kristyo Nugroho hadiri acara feedback dan monev. Sumber: Lapas Kerobokan.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Denpasar, Bali, - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan turut berpartisipasi dalam kegiatan Feedback dan Monitoring Evaluasi (Monev) Hasil Penilaian Kompetensi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Acara tersebut berlangsung di Ruang Darmawangsa ini diikuti oleh 60 orang ASN dari berbagai unit kerja di lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali, pada Jumat (11/10/2024) kemarin.
Kegiatan ini memberi manfaat besar bagi pegawai Lapas Kelas IIA Kerobokan dalam upaya pengembangan diri dan peningkatan kinerja. Melalui feedback yang diberikan, para pegawai dapat mengetahui kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam kompetensi mereka. Hal ini sejalan dengan komitmen Lapas Kerobokan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan kompetensi SDM.
[caption id="attachment_64768" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Pegawai Lapas Kerobokan sedang mengikuti pengembangan kompetensi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.[/caption]
Kepala Lapas Kelas IIA/Kalapas Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menyambut baik kegiatan ini, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi pegawai merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kinerja Lembaga Pemasyarakatan.
"Kami berharap dengan mengikuti kegiatan ini, para pegawai dapat lebih memahami potensi diri dan area pengembangan mereka, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada warga binaan dan masyarakat," pungkas Kalapas.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu mengapresiasi partisipasi Lapas Kelas IIA Kerobokan dalam kegiatan ini yang sejalan dengan visi Kementerian Hukum dan HAM dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
“Kompetensi yang mumpuni adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Dengan mengetahui potensi dan area pengembangan diri, ASN dapat lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Pramella.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali