[caption id="attachment_65429" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Ketua MAKI Surabaya, Heru Sutriyo di depan awak media. Sumber: MAKI Surabaya.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Surabaya, Jatim, - Panggung on stage untuk kursi kosong ini tidak diberi kesempatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, yang mana tidak sesuai dengan pertemuan audiensi beberapa waktu lalu di kantor KPU Surabaya.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo menegaskan bahwa permintaan kursi kosong dihadirkan diatas panggung debat publik perdana oleh KPU Surabaya. Menurutnya, kursi kosong tersebut melambangkan partisipasi paslon yang tidak bergambar, yang telah resmi menjadi peserta pemilu.
"Kami telah meminta dengan memberikan panggung on stage, harus ada kursi kosong. Itu tetap harus terlaksana," ujarnya saat ditemui awak media di acara Debat Pilwali Surabaya 2024 di Dyandra Convention, pada Rabu (16/10/2024) kemarin malam.
Heru mengungkapkan bahwa pentingnya keseimbangan regulasi bagi Paslon bergambar maupun tidak bergambar.
"Seharusnya, regulasi KPU memberikan kesempatan yang adil kepada kedua jenis paslon tersebut," ungkapnya.
Heru menilai bahwa berasal dari anggaran debat publik ini dari dana rakyat, sehingga harus ada transparansi dan keadilan.
[caption id="attachment_65430" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Ketua MAKI Surabaya bersama jajarannya.[/caption]
"Anggaran debat ini adalah anggaran rakyat, bukan KPU. Jadi, harus seimbang dengan memberikan kesempatan sama," tukas dia.
Heru menjelaskan bahwa kursi kosong tidak menghadirkan diatas panggung, pihak yang akan meminta agar debat publik dibatalkan saja.
"Kami akan meminta debat publik dibatalkan saja, jika permintaan kursi kosong tidak dikabulkan," jelasnya.
Dalam mediasi dijanjikan KPU, Heru MAKI memberikan solusi terbaik dapat dicapai tanpa perlu memperumit situasi.
"Jika tuntutan tidak dipenuhi, maka kami mengisyaratkan akan ada langkah lebih lanjut untuk membubarkan acara tersebut," urainya dengan nada ancam.
"Permintaan kami tidak dipenuhi, bisa jadi kami akan mengambil tindakan untuk menghentikan debat tersebut," pungkas Heru.
Susy
Editor : Juli Kaperwil Bali