[caption id="attachment_65633" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Kalapas Kerobokan RM. Kristyo Nugroho menerima tim Kanwil Kemwnkumham NTT. Sumber: Lapas Kerobokan.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Kerobokan, Bali, - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan menerima kunjungan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait Pola Bangunan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, dengan fokus utama mempelajari dan menganalisa pola bangunan yang diterapkan pada Lapas Kerobokan sebagai salah satu model UPT Pemasyarakatan yang dianggap berhasil.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Kalapas Kerobokan menyambut langsung kedatangan rombongan sekaligus menjelaskan tentang desain dan tata letak bangunan yang mendukung efisiensi operasional dan keamanan, pada Jumat (18/10/2024) kemarin.
Kegiatan ini juga membahas standarisasi pola bangunan pada UPT Pemasyarakatan yang dapat diadopsi oleh Lapas lain. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pembinaan dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan.
[caption id="attachment_65634" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Kalapas Kerobokan RM. Kristyo Nugroho dan Kadivpas Bali, berfoto bersama dengan tim kanwil NTT. Background foto, proyek pembangunan blok hunian baru.[/caption]
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho, menyambut positif kegiatan ini.
"Kami senang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pola bangunan yang kami terapkan di Lapas Kerobokan. Harapan kami, hal ini dapat menjadi inspirasi bagi UPT Pemasyarakatan lain dalam meningkatkan kualitas layanan bagi warga binaan", ungkap Kalapas.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, turut memberikan apresiasinya.
"Pola bangunan yang diterapkan di Lapas Kerobokan tidak hanya memperhatikan aspek keamanan, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan warga binaan dan efektivitas program pembinaan. Ini merupakan pendekatan holistik yang patut dijadikan acuan dalam pengembangan infrastruktur Pemasyarakatan di seluruh Indonesia", tutup Kakanwil.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali