Nyali Besar! Diduga Mafia Solar Baco dan Rico Terbuka Tantang Polda Sulut

avatar Kaperwil Sulut Romeo

Beritainvestigasinews.id. Minahasa,- Dugaan keberanian luar biasa dipertontonkan oleh dua pria yang diduga sebagai bagian dari jaringan mafia solar di Sulawesi Utara. Mereka, yang dikenal dengan nama Baco dan Rico, secara terbuka disebut-sebut menantang aparat kepolisian dari Polda Sulut untuk menangkap mereka.

Sumber yang enggan disebutkan namanya menyebut, Baco dan Rico selama ini diduga kuat terlibat dalam distribusi ilegal BBM bersubsidi jenis solar ke berbagai wilayah di Sulut. Meski aktivitas mereka telah lama menjadi buah bibir di masyarakat, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Baca Juga: Polresta Manado Perangi Narkoba Tanpa Kompromi, 7 Kasus Terungkap dalam Sebulan dan Ribuan Obat Keras Disita

“Baco dan Rico itu seolah tidak tersentuh. Mereka bahkan bilang, ‘kalau polisi berani, tangkap kami!’,” ungkap salah satu narasumber dari internal pengusaha SPBU di wilayah Minahasa.

Keberanian mereka diduga tidak lepas dari adanya oknum yang membekingi bisnis gelap ini, membuat penegakan hukum di lapangan terkesan lemah. Hal ini memicu kekhawatiran publik akan merosotnya wibawa Polda Sulut dalam menghadapi mafia BBM yang kian berani bergerak secara terang-terangan.

Baca Juga: Polresta Manado Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional dalam Kasus Dugaan Limbah ITC Center

Pakar hukum pidana dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Hendry Lontoh, SH., MH., menilai bahwa jika benar pernyataan tantangan itu dilontarkan, maka Polda Sulut harus segera menunjukkan ketegasan.

“Ini soal wibawa hukum. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan mafia. Aparat harus segera bergerak, investigasi menyeluruh, dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga: Sianida dan Excavator di Nibong, Siapa Melindungi Aktivitas PETI yang Terus Berjalan?

Pihak Polda Sulut hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan Baco dan Rico dalam kasus ini. Namun, tekanan publik mulai meningkat agar aparat tidak tinggal diam.

Berita Terbaru