Pungli Kuasai Wisata Air Terjun  Tumpak Sewu, Polda Jatim Jangan Tutup Mata

avatar Rahman

Berita investigasinews.id| MALANG - Wisatawan asal Surabaya Umar Hayat mengaku niatnya untuk refreshing berubah menjadi pengalaman tidak menyenangkan. Ia menjadi sasaran pungli oleh kawanan orang tak dikenal yang secara terang-terangan meminta uang tambahan di akses menuju lokasi air terjun Tumpak Sewu, Sabtu 17 Mei 2025.

Keindahan air terjun Tumpak Sewu perbatasan Malang dan Lumajang kini ternoda oleh sekelompok orang tak dikenal melakukan pungli terhadap wisatawan lokal dan asing.

Baca Juga: Pengelola Tumpak Sewu Apresiasi Gerak Cepat Polres Lumajang Tindak Dugaan Pungli

Ironisnya, aksi pungli ini terus berulang tanpa ada tindakan tegas dari aparat hukum, dinas pariwisata maupun dinas terkait, memunculkan kesan bahwa praktik premanisme telah diberi ruang untuk berkembang secara liar dan sistematis.

Atas kejadian dan kekecewaan ini Umar Hayat berharap agar Kapolda Jatim, Gubernur Jatim, Kabid Humas Polda, Kapolres Malang serta dinas terkait agar memberi tindakan tegas aksi pungli meminta uang tambahan yang dinilai tidak resmi tanpa di sertai karcis dari Pemkab hanya mengunakan barcode yang tidak jelas.

" Kita ditarik uang tambahan Rp.20.000 padahal kita sudah bayar tiket, terlihat di lokasi untuk Wisatawan lokal ditarik tambahan Rp.20.000 sedangkan Wisatawan asing Rp.50.000," Keluh Umar, Sabtu (17/05/25).

"Aksi pungli di Air terjun Tumpak Sewu beredar informasi susah diberantas bahkan kebal hukum, Aparat Kepolisian dan dinas terkait harus menindaklanjuti aksi pungli dan premanisme ini," Pungkas Umar Hayat.

Kekecewaann serupa dialami wisatawan asal Probolinggo yang turut menjadi korban pungli dilokasi air terjun Tumpak Sewu," Saya juga ditarik tarif tambahan Rp.20.000, ini bukan sekedar pungli ini premanisme yang meresahkan wisatawan," Tegasnya.

Sesuai instruksi dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri untuk menindak tegas penyakit masyarakat seperti pungli, premanisme dan kejahatan kriminal.

Jika kompromi terus dilakukan terhadap pelaku pungli, premanisme dan penyakit masyarakat dan tidak ada ketegasan dari aparat kepolisian maka hilanglah kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di wilayah ini.

Tindakan hukum yang tegas dan transparan menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan dan rasa aman terhadap masyarakat serta dunia pariwisata di Indonesia khususnya di Air Terjun Tumpak Sewu, Malang.

Berita Terbaru