Diduga Sertakan Oknum TNI, Perwakilan PT HWR Usir Warga dari Lahan Sengketa di Ratatotok

avatar Kaperwil Sulut Romeo

Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Seorang pria bernama Roni Sinadia yang mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan pertambangan PT HWR (Hakian Wellem Rumansi), diduga melakukan aksi pengusiran terhadap warga yang sedang menjaga lahan milik Ci Gin di Desa Posolo/Padang, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Dalam aksi yang terekam dan tersebar di media sosial, Sinadia tampak datang bersama beberapa oknum yang diduga merupakan anggota TNI. Ia menyatakan bahwa aktivitas penambangan akan segera dilakukan di lokasi tersebut, dan warga diminta untuk segera meninggalkan tempat itu. Ia bahkan menyebut bahwa “yang bisa menghentikan aktivitas kami hanya Menteri Pertambangan”, sebagaimana dikutip dari video yang beredar di akun Facebook Sulut Viral.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

Pihak Sinadia juga menuding bahwa surat AJB (Akta Jual Beli) milik Ci Gin yang dijadikan dasar kepemilikan tanah adalah "abal-abal" atau palsu, sehingga tidak sah sebagai bukti kepemilikan. Namun, menurut keterangan dari warga setempat, lahan tersebut masih dalam status sengketa hukum dan tengah berproses di pengadilan.

Baca Juga: Polresta Manado Perangi Narkoba Tanpa Kompromi, 7 Kasus Terungkap dalam Sebulan dan Ribuan Obat Keras Disita

"Kami meminta aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih besar dan agar tidak ada pihak yang dirugikan," ujar salah satu warga yang turut menjaga lokasi.

Situasi ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama karena adanya dugaan keterlibatan oknum aparat negara dalam sengketa lahan sipil yang masih diproses secara hukum.

Baca Juga: Polresta Manado Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional dalam Kasus Dugaan Limbah ITC Center

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI maupun dari instansi terkait mengenai keterlibatan oknum dalam kejadian tersebut. Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menjamin keadilan dan mencegah tindakan semena-mena di tengah masyarakat.

Berita Terbaru