Pajak Adalah Nafas bagi PAD Kota Kupang, Karena Itu Mari Tumbuhkan Kesadaran Membayar Pajak

avatar Arifin Imron

Berita investigasinews.id. NTT, - Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan pekan pajak di kantor Kecamatan Kelapa Lima, Selasa(1/7/2025)

"hari ini kita kembali turun ke Kecamatan jemput bola terkait kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, ada insentif juga yang diberikan oleh BI itu bagi yang membayar pajak mungkin nilainya tidak banyak, sedikit tapi ini sekedar motivasi supaya apa, supaya orang merasa dihargai ketika mereka tepat waktu membayar pajak ada sembako jadi sembako itu terdiri dari beras minyak goreng dan gula pasir jadi nanti diberikan jadi pekan pajak ini" tegas dr. Christian.

Baca Juga: Bupati Subandi Apresiasi Wajib Pajak Panutan, Realisasi Pajak Capai 93,21 Persen

Dirinya juga menambahkan, Pekan panutan pajak ini bukan hanya agenda rutin bukan hanya sekedar kewajiban administrasi tapi ini bentuk cinta dan peduli kita terhadap pembangunan kota Kupang.

"Pajak ini nanti akan kembali kepada masyarakat tidak ada jalan-jalan yang bagus, karena tanpa pajak tidak ada lampu-lampu yang akan menyala terang, tanpa pajak tidak ada sekolah yang bisa dibangun, Puskesmas yang bisa diperbaiki, tanpa pajak yang cukup karena pajak itu adalah nafas dari PAD (pendapatan asli daerah) kita itu nafasnya ada di Pajaj, jadi keuangan daerah itu gampangnya begini analoginya kita punya pendapatan itu ada dua ada satu yang dikasih dari pusat, ada satu yang kita cari sendiri dari daerah, kemarin waktu awal dilantik kami saya diajak berkeliling dengan Bapak Gubernur ke 22 kabupaten kota kita keliling satu minggu di kementerian, kita minta uang kita minta program minta uang yang tadi saya bilang itu ada dua pendapatan kita, ada dari pusat ada dari kita punya sendiri, dari daerah kita cari sendiri jadi pajak ini dari kita sendiri sedangkan dari pusat, kan pendapatan itu di transfer masih besar sekali jadi Bapak Gubernur ajak kita berkeliling ketok pintu masuk keluar kementerian, Bapak menteri kami minta tolong berebut dengan kota dan kabupaten lain di Indonesia, Bapak menteri ibu menteri kalau bisa kasih di kota Kupang, nanti kabupaten lain juga minta, kita berebut bahkan pulang dari situ saya bilang waktu di hotel saya bilang saya ini rela dibilang mengemis untuk saya punya warga Kota Kupang tidak apa-apa, saya ketuk semua pintu ya Tapi Mau sampai kapan mau sampai kapan kita berharap terus dari pusat.

Baca Juga: Polres Gresik Tingkatkan Pelayanan Prima Untuk Wajib Pajak

Kita juga harus kuat dengan pendapatan daerah kita nah caranya ke mana caranya salah satunya adalah selain menggali potensi daerah cara salah satunya adalah kita semua bersumbangsi dengan taat membayar pajak. supaya Mau sampai kapan kita minta-minta terus dari pusat sampai kapan, apalagi ini tadi sudah bilang kita ini kena badai efisiensi setelah badai Seroja kita ini tahun ada badai efisiensi dari pusat Provinsi kota kabupaten semua potong 50�pak Ibu boleh cek perjalanan dinas teman-teman di dinas ini dipotong 50% Semua kena pangkas sama dengan saya sama dengan teman-teman DPR, semua bahkan saya dan enggak khawatir kami memutuskan tidak membeli mobil dinas baru waktu awal kami menjabat 2 bulan lalu itu 3 bulan lalu kami memutuskan untuk tidak beli mobil baru karena kita lihat ini anggaran ketong waktu dilantik terjadi 2024 akhir. ini kan sudah diketuk waktu kita masih bertanding kalau anggaran pemerintah itu dia ketuk 1 tahun sebelumnya jadi kita masuk lihat nih barang sudah jadi, nah habis itu datang lagi efisiensi disuruh potong lagi yang sudah ketuk ini potong lagi setengahnya, bayangkan saja jadi kami dua lihat eh enggak usah kita beli mobil baru, buat apa mobil lama kita lihat masih bagus, sayang ini kalau kita apa beli baru jadi kita cuci-cuci salon cuci bersih, kita pakai itu 

Bapak dan Ibu lihat ini mobil lama dari periode sebelumnya biasanya kalau ganti satu periode 5 tahun itu pasti ganti mobil dinas baru bahkan dalam periode yang sama saja boleh tidak salah itu memang haknya dalam periode yang sama saya Kalau 2 sampai 3 tahun mobil itu layak untuk diganti kadang-kadang diganti apalagi ganti periode 5 tahun, itu pasti ganti nah tapi kami memilih untuk tetap memakainya barang-barang begini ketemu saya hemat untuk apa, untuk bisa alihkan uang-uang ini untuk pendidikan, kesehatan, lampu jalan ya makanya kalau Bapak dan mama saat bayar pajak itu bantu kita semua berkorban dengan cara masing-masing.

jadi itu yang ingin saya sampaikan Bapak Ibu sekalian mari kita taat membayar pajak, kita jangan tunggu jatuh tempo, kita jangan juga lapor kurang-kurang kita ku aset banyak kita lapor setengah-setengah jadi inilah yang saya bilang ini bentuk dari pengorbanan kita masing-masing" pungkas Wali Kota Kupang.  (Arifin)

Berita Terbaru