Beritainvestasinews.id. Talaud,-Kabupaten Kepulauan Talaud mencatatkan prestasi membanggakan dalam upaya penanganan stunting di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam Rapat Kerja (Rumbuk) Stunting Provinsi tahun 2025, Talaud diumumkan sebagai kabupaten/kota dengan capaian penurunan prevalensi stunting terbaik kedua se-Sulut.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkay, kepada Bupati Talaud, Welly Titah. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Talaud tercatat sebesar 11,6 persen, hanya terpaut tipis dari Kota Tomohon sebagai peringkat pertama dengan 10,8 persen. Sementara itu, Kota Manado berada di posisi ketiga dengan angka 18,8 persen.
Baca Juga: Sulut Tancap Gas Menuju Layanan Kesehatan Paripurna, Capaian UHC Hampir Sempurna Raih UHC Award 2026
Keberhasilan ini menegaskan keseriusan dan kerja keras pemerintah Kabupaten Talaud dalam memerangi stunting, terlebih mengingat tantangan geografis sebagai daerah kepulauan yang tersebar dan sulit dijangkau. Pemerintah daerah dinilai berhasil melaksanakan intervensi yang efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan hingga ke tingkat masyarakat.
Baca Juga: Sekda Talaud Bantah Isu Tak Berdasar: Tegaskan Netralitas ASN dan Komitmen Pada Aturan Negara
Bupati Welly Titah menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. “Capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh jajaran, dari tingkat kabupaten hingga desa. Kami berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting demi masa depan generasi Talaud yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.
Wakil Gubernur Mailangkay juga menegaskan pentingnya mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut, seiring dengan target ambisius yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Utara 2025–2029, yaitu menurunkan prevalensi stunting secara signifikan hingga mendekati nol.
Prestasi Talaud menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan sinergi lintas sektor mampu mengatasi tantangan kronis seperti stunting. Diharapkan, penghargaan ini menjadi motivasi tambahan untuk terus berinovasi dalam pendekatan pencegahan dan penanganan gizi buruk di daerah kepulauan, serta menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo