Kemenkop UKM Perkuat Koperasi Merah Putih: Rekrut 837 "Business Assistant" dan Latih 17.000 Pengurus di Jatim

avatar Taufik

Beritainvestigasinews.id _ Surabaya – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengambil langkah masif dan strategis dalam upaya memperkuat pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur. Penguatan ini diprioritaskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi, yang diharapkan menjadi kunci utama profesionalisme usaha.

Secara total, Kemenkop UKM telah merekrut 837 pendamping koperasi baru yang diberi nama spesifik sebagai "business assistant", serta menggelar program pelatihan massal yang menyasar lebih dari 17.000 pengurus koperasi di seluruh provinsi.

Baca Juga: Bupati Slamet Junaidi Resmi Lantik Andy Andrian sebagai Direktur Baru RSUD dr. Mohammad Zyn

​Langkah strategis ini disambut baik oleh pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sampang. Turut hadir dalam konsolidasi tersebut Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar S.T, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hj. Chairijah S.H., M.H.

Wakil Bupati Sampang, yang akrab disapa Ra. Mahfudz, menekankan pentingnya peran para pendamping baru ini dalam memastikan operasional usaha koperasi di seluruh kabupaten/kota dapat berjalan secara profesional dan modern, sebagaimana layaknya badan usaha kontemporer.

​Khusus untuk Kabupaten Sampang, program ini akan mengerahkan sebanyak 19 pendamping koperasi atau 'business assistant' yang direkrut untuk wilayah tersebut. Menurut Ra. Mahfudz, mereka akan bertugas mendampingi operasional usaha koperasi secara intensif. Secara proporsional, satu pendamping akan mengawal sekitar sepuluh koperasi.

"Secara rasio satu banding sepuluh, tapi faktanya bisa delapan sampai dua belas tergantung jumlah koperasi di tiap daerah," jelasnya, menyoroti penyesuaian rasio berdasarkan kondisi lapangan.

Baca Juga: Lewat Lomba Perkutut Nasional Bupati Cup, Pemkab Sampang Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi

​Selain fokus pada pendampingan, bidang Koperasi dan UKM juga mengarahkan perhatian pada peningkatan kompetensi pengurus koperasi. Pelatihan besar-besaran direncanakan akan digelar di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang, melibatkan dua orang perwakilan dari setiap koperasi.

Dengan adanya 186 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di Sampang, diperkirakan akan ada sekitar 372 orang pengurus yang akan menerima pelatihan bersama dinas koperasi kabupaten.

​Panel Kemenkop UKM yang terlibat dalam rapat tersebut menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki signifikansi tinggi untuk mencetak pengurus koperasi yang berintegritas dan profesional. Bagian integral dari kurikulum pelatihan adalah pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.

Baca Juga: Pemkab Sampang Terima LHP LKPD TA 2025 dari BPK Jatim, Komitmen Wujudkan Tata Kelola Akuntabel

"Koperasi tidak mungkin bisa sukses tanpa dukungan teknologi. Karena itu, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelatihan ini," tambahnya, menandai pergeseran menuju manajemen usaha berbasis teknologi.

​Secara keseluruhan, inisiatif ini bukan sekadar pelatihan dan pendampingan, tetapi merupakan momentum penting konsolidasi ekonomi rakyat. Panel juga menilai bahwa upaya ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi simbol penguatan kemandirian ekonomi masyarakat di akar rumput.

​Langkah penguatan SDM dan digitalisasi ini diharapkan dapat mencapai tujuan akhir pemerintah. "Ini bagian dari upaya membangun kekuatan ekonomi rakyat berbasis desa agar koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional," pungkasnya, menegaskan komitmen untuk menjadikan KDKMP sebagai pilar utama kemandirian ekonomi Indonesia.

Berita Terbaru