Banjir Luapan Sungai Panyiburan di Sampang, 116 KK Terdampak

Banjir Luapan Sungai Panyiburan di Sampang, 116 KK Terdampak

avatar Taufik

Beritainvestigasinews.id || Sampang - Bencana banjir luapan kembali menerjang wilayah Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kejadian ini merupakan luapan dari Sungai Panyiburan yang tidak mampu menampung volume air akibat intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, ditambah dengan adanya air kiriman dari kawasan hulu. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, merendam permukiman warga dan sejumlah akses jalan utama serta fasilitas umum. Rabu (19/11/2025)

​Banjir ini tercatat melanda sejumlah lokasi di Kecamatan Jrengik, dengan fokus terdampak berada di tiga desa, yaitu Desa Panyepen, Desa Majangan, dan Desa Margantoko. Selain itu, banjir juga mengganggu mobilitas di dua ruas jalan utama, yakni Jalan Raya Panyepen dan Jalan Raya Jrengik. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 35 sentimeter, membuat aktivitas warga terhambat dan memaksa petugas segera turun tangan.

Baca Juga: Banjir Sampang Berangsur Surut, Status Siaga 3 Tetap Diberlakukan

​Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, di mana total sebanyak 116 Kepala Keluarga (KK) terdampak di tiga desa tersebut. Desa Margantoko menjadi wilayah dengan jumlah KK terdampak terbanyak, mencapai 85 KK, diikuti Desa Majangan dengan 25 KK, dan Desa Panyepen sebanyak 6 KK. Selain rumah warga, area persawahan di desa-desa tersebut juga ikut terendam, menimbulkan kerugian materil bagi sektor pertanian setempat.

​Fasilitas publik juga tak luput dari dampak genangan, termasuk Kantor Balai Pertanian Jrengik yang dilaporkan terendam dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Meskipun demikian, dilaporkan bahwa kondisi pengungsi saat ini masih nihil, menunjukkan sebagian besar warga memilih bertahan di rumah atau mengamankan diri ke lokasi yang lebih tinggi di sekitar permukiman mereka.

Baca Juga: Warga RT 03 RW 04 Terdampak Banjir, Tagih Janji Pembangunan Pompa ke Pemerintah

​Penyebab utama kejadian ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, S.Sos, M.SI., adalah peningkatan drastis debit air Sungai Panyiburan akibat curah hujan tinggi dan air kiriman. Peningkatan volume air yang melebihi kapasitas sungai akhirnya meluap ke kawasan permukiman dan infrastruktur sekitarnya pada dini hari.

​"Menanggapi situasi ini, BPBD Kabupaten Sampang segera mengambil tindakan cepat.  Kami mengerahkan anggota TRC BPBD Kabupaten Sampang ke lokasi untuk melakukan assessment dan monitoring perkembangan banjir. BPBD juga langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) yang terdampak, serta melibatkan unsur TNI, Polri, dan Destana (Desa Tangguh Bencana) dalam upaya penanganan."jelasnya 

Baca Juga: Banjir Susulan di Padang Pariaman, Tim Rescue Korpolairud Evakuasi 250 Warga

​Dalam situasi ini, BPBD juga telah mengidentifikasi satu kebutuhan mendesak di lapangan, yaitu ketersediaan nasi bungkus untuk membantu warga terdampak dan personel yang bertugas. Kebutuhan ini menjadi prioritas mengingat waktu kejadian yang bertepatan dengan dini hari hingga pagi hari.

​Hingga laporan disampaikan pada pukul 09.13 WIB, kondisi terkini menunjukkan adanya perbaikan. Banjir dilaporkan sudah berangsur surut, dan cuaca di lokasi terpantau cerah, memberikan harapan proses surutnya air dapat berlangsung lebih cepat. Perkembangan lebih lanjut terkait penanganan dan pemulihan akan terus dilaporkan secara berkala oleh BPBD Sampang.

Berita Terbaru