“Aroma Penyimpangan Solar Subsidi: Publik Pertanyakan Peran Riko, Frenly, dan Oknum Tipidter Berinisial G”

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Minahasa,- Polres Minahasa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah media online menyoroti dugaan kuat keberadaan jaringan mafia solar yang disebut-sebut melibatkan dua figur berinisial RR alias Riko dan FR alias Frenly. Isu ini kian menguat karena aktivitas yang diduga berlangsung bertahun-tahun tersebut dianggap seolah-olah menantang langsung kebijakan Gubernur Sulawesi Utara dan yang berulang kali menegaskan komitmen pemberantasan penyimpangan BBM bersubsidi.

Namun yang lebih mengejutkan publik, muncul dugaan baru yang jauh lebih serius: keterlibatan seorang oknum anggota Polres Minahasa di Unit Tipidter berinisial GT alias Grey, yang berpangkat Brigadir.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi: Kontrol Lapangan dan Intervensi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, oknum Grey diduga memiliki peran signifikan dalam pengaturan alur distribusi solar subsidi di sejumlah SPBU dalam wilayah hukum Polres Minahasa. Dugaan tersebut menyebutkan adanya kontrol langsung terhadap kendaraan-kendaraan pengisi berulang (tap), serta koordinasi dengan operator di lapangan.

Tak berhenti di situ, laporan menyebutkan Grey juga diduga melakukan tindakan yang bersifat intimidatif kepada kelompok mafia solar lain — memaksa mereka untuk bekerja sama dan menyetorkan hasil kegiatan ilegal kepada dirinya.

“Bukannya menindak, oknum ini justru diduga masuk dalam pusaran permainan,” ujar salah seorang sumber kepada awak media.

Kontradiktif dengan Tugas Tipidter

Baca Juga: Polresta Manado Perangi Narkoba Tanpa Kompromi, 7 Kasus Terungkap dalam Sebulan dan Ribuan Obat Keras Disita

Sebagai anggota Tipidter, Grey sejatinya memiliki tugas utama menindak segala bentuk tindak pidana, termasuk penyimpangan di bidang migas. Namun, temuan di lapangan yang diterima sejumlah awak media disebut-sebut menjadi indikasi keterlibatan langsung—mulai dari pengawasan distribusi ilegal hingga kerja sama dengan beberapa sosok yang diduga mafia solar kelas kakap, seperti Riko, Frenly, hingga Afke.

Apabila dugaan ini benar, maka hal tersebut bukan hanya pelanggaran etik dan disiplin, tetapi juga mencoreng nama institusi Polri.

Desakan Publik: Kapolda dan Paminal Diminta Bergerak Cepat

Melihat besarnya potensi penyimpangan serta dampaknya terhadap citra kepolisian, berbagai pemerhati dan warga mendesak Kapolda Sulut segera mengambil langkah tegas. Selain menindak pihak-pihak yang diduga mafia solar, publik juga meminta Paminal Polda Sulut menurunkan tim khusus guna menyelidiki dugaan keterlibatan oknum Grey.

Baca Juga: Polresta Manado Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional dalam Kasus Dugaan Limbah ITC Center

“Institusi Polri akan kehilangan kepercayaan publik jika dugaan seperti ini dibiarkan tanpa penindakan. Bila benar terbukti, sanksi tegas harus diberikan,” ujar salah satu pemerhati anti-mafia energi.

Menanti Respons Resmi Aparat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Minahasa maupun Polda Sulut terkait dugaan keterlibatan oknum tersebut. Publik berharap institusi penegak hukum dapat bersikap transparan, objektif, dan profesional dalam menangani isu ini mengingat dampaknya terhadap stabilitas distribusi BBM bersubsidi serta reputasi kepolisian.

Berita Terbaru