Beritainvestigasinews.id, PROBOLINGGO – Niat membantu orang sakit justru berujung panjangnya penantian bagi Sanusi, warga Desa Alasnyiur, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Mobil pribadi miliknya, sebuah Daihatsu Xenia hitam tahun 2010, hingga kini belum kembali setelah diduga dikuasai tanpa hak oleh seorang oknum Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial Sy, warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran.
Kepada awak media, Sanusi menceritakan peristiwa tersebut bermula pada Kamis malam, 18 Desember 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Sy menghubunginya melalui telepon dan menanyakan keberadaannya.
“Dia bilang mau pinjam mobil untuk mengantar mertuanya yang katanya sedang sakit,” ujar Sanusi.
Sanusi mengaku menjawab bahwa dirinya berada di rumah. Namun tak lama kemudian, Sy sudah berada di depan rumah bersama seseorang berinisial An yang mengendarai sepeda motor. Permintaan meminjam mobil kembali disampaikan secara langsung.
“Sebenarnya istri saya keberatan, tapi karena alasannya kemanusiaan, saya tidak enak menolak,” katanya.
Sanusi kemudian ikut bersama Sy menggunakan mobil tersebut. Mereka menuju wilayah Condong, Kecamatan Gading, lalu berlanjut ke Desa Brabe, Kecamatan Maron, ke rumah seseorang berinisial Sg. An mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.
Setibanya di rumah Sg, Sy masuk ke dalam rumah cukup lama. Sanusi menunggu di dalam mobil, lalu ikut masuk karena mengira akan membantu membawa orang sakit.
“Saya kira di dalam rumah kesulitan mengangkat orang sakit. Tapi ternyata saya hanya disuguhi minum,” tuturnya.
Tak berselang lama, Sy keluar dari rumah tanpa berpamitan. Saat Sanusi keluar menyusul, ia mendapati mobilnya sudah tidak ada.
“Mobil saya sudah hilang, Sy juga tidak kelihatan,” ujarnya.
Sanusi kemudian menanyakan keberadaan Sy kepada An. Ia mendapat jawaban bahwa Sy sedang menjemput orang sakit. Waktu berlalu, mobil tak kunjung kembali. Sanusi mengaku sempat menghubungi Sy dan mendapat jawaban bahwa Sy berada di Rumah Sakit Wonolangan.
Merasa tidak enak berlama-lama di rumah Sg, sekitar pukul 22.00 WIB Sanusi meminta diantar ke kawasan Pasar Maron.
“Saya pikir kalau di sana banyak teman, siapa tahu mobil saya lewat,” katanya.
Namun hingga tengah malam, mobil tersebut tidak juga terlihat. Sanusi akhirnya kembali ke rumahnya di Alasnyiur dan tiba sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Keesokan harinya, Jumat, Sanusi kembali menghubungi Sy. Kali ini, Sy mengaku berada di Madura dan kembali menjanjikan pengembalian mobil.
“Dia bilang mobilnya masih dipakai dan bahkan mau dihitung sebagai sewa. Saya jelas menolak, karena dari awal ini bukan sewa,” tegas Sanusi.
Janji serupa terus disampaikan hingga Sabtu tanpa realisasi. Pada Minggu, 21 Desember 2025, Sanusi mendatangi rumah Sy.
“Saya kaget, di rumah itu ada istrinya dan mertuanya, dan kondisinya sehat. Tidak seperti yang dibilang sakit,” ungkapnya.
Setelah kasus ini mulai diberitakan media pada Senin, 22 Desember 2025, Sy kembali menyampaikan janji akan mengembalikan mobil pada Selasa, 23 Desember 2025, ba’da Magrib. Namun hingga berita ini diterbitkan pada Selasa malam pukul 23.00 WIB, mobil tersebut belum juga dikembalikan.
Istri Sanusi mengaku sangat terpukul dan kecewa.
“Kami punya kepentingan dan rencana acara. Mobil itu sangat kami butuhkan. Saya benar-benar kecewa,” ujarnya dengan nada gusar.
Ia berharap kendaraan tersebut segera dikembalikan, mengingat hubungan kedua keluarga sebelumnya terbilang dekat.
Peristiwa ini turut disesalkan oleh kalangan LSM. Salah satunya Juned st ,Selaku President G PKM , menyatakan keprihatinannya atas dugaan tindakan tersebut.
“Kalau ini benar, sangat mencederai citra LSM. Kami seharusnya membantu rakyat kecil, bukan justru diduga merugikan rakyat kecil,” tegas Juned sr
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sy belum memberikan klarifikasi resmi kepada BrataPos. Media ini membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada yang bersangkutan maupun pihak terkait
Redaksi
Editor : Nugik Ramadhan