Jalanan Licin Akibat Ceceran Pasir Galian C di Sampang Memakan Korban, Warga Tuntut Ketegasan Aparat

avatar Berita Investigasi
Foto: Jalanan Licin Akibat Ceceran Pasir Galian
Foto: Jalanan Licin Akibat Ceceran Pasir Galian

Beritainvestigasinews.id || Sampang – Keberadaan aktivitas tambang Galian C milik pengusaha H. Qodir Asit di Kabupaten Sampang kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, akses jalan di area keluar-masuk kendaraan tambang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Rabu (21/01/2026)

​Kecelakaan terbaru menimpa seorang pengendara motor yang enggan disebutkan identitasnya. Ia mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian tangan setelah terjatuh akibat tergelincir gundukan pasir yang tercecer di aspal. Korban yang kini menjalani perawatan di rumah sakit tersebut mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat licin karena tumpahan material dari truk yang keluar dari lokasi tambang.

Baca Juga: Tindaklanjuti Jumat Curhat, Polisi Tutup 14 Tambang Galian C di Banyuwangi

​Penyebab utama dari kerawanan ini diduga kuat berasal dari truk pengangkut pasir yang kerap membawa muatan berlebih (overload). Material pasir yang meluber dari bak truk jatuh dan menumpuk di area pintu keluar galian, sehingga mengubah aspal menjadi medan yang sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

​"Saya terjatuh karena ada bekas pasir yang menumpuk di jalan sampai tangan saya patah. Bukan hanya saya, sudah banyak pengguna jalan lain yang juga menjadi korban di titik yang sama," ujar korban dengan nada kecewa saat memberikan keterangan kepada media.

​Keresahan warga semakin memuncak karena hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak pengelola Galian C untuk membersihkan ceceran material tersebut secara rutin. Meskipun awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pemilik galian, H. Qodir Asit, namun yang bersangkutan masih enggan memberikan jawaban terkait tanggung jawab atas dampak operasional tambangnya.

​Kondisi ini memicu desakan luas dari masyarakat agar instansi terkait, terutama Satlantas Polres Sampang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, segera turun tangan. Warga meminta pihak berwenang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan sanksi tegas kepada pengelola tambang yang mengabaikan standar keselamatan angkutan barang.

​Masyarakat berharap ada regulasi yang mewajibkan setiap truk pasir untuk menggunakan penutup terpal yang rapat dan adanya petugas kebersihan dari pihak tambang yang menyapu area jalan raya secara berkala. Hal ini dianggap krusial demi mencegah jatuhnya korban-korban baru di masa mendatang akibat kelalaian operasional usaha.

​Sebagai pemakai jalan, warga merasa sangat dirugikan secara materil maupun fisik oleh keberadaan sisa material di pintu keluar galian tersebut. Mereka menegaskan bahwa aktivitas ekonomi tidak boleh mengabaikan hak masyarakat atas infrastruktur jalan yang aman dan layak dilalui tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

Berita Terbaru