BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman kejahatan keuangan berbasis teknologi juga semakin kompleks dan mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna menekan berbagai praktik keuangan ilegal yang masih marak terjadi di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, Robert Sianipar, menegaskan bahwa penguatan sinergi antaranggota Satgas Pasti menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan keuangan yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Baca Juga: AKP Elwin Kristanto Pimpin Pengungkapan Kilat, Korban Apresiasi Kinerja Reskrim Polresta Manado
"Kami akan terus berkoordinasi bersama anggota tim kerja dalam rencana pemberantasan maupun pencegahan segala bentuk aktivitas keuangan ilegal, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo," ujar Robert di Manado, Kamis (18/6/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan yang saat ini menghadapi tantangan baru berupa maraknya penipuan digital dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Robert mengingatkan bahwa kemajuan teknologi memang menghadirkan banyak kemudahan, namun di sisi lain juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai modus penipuan yang semakin sulit dikenali.
Fenomena pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, hingga penipuan digital berbasis AI dan rekayasa sosial (social engineering) kini menjadi ancaman nyata yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu diiringi dengan peningkatan literasi digital dan keuangan masyarakat. Akibatnya, masih banyak warga yang menjadi korban karena tergiur keuntungan instan, iming-iming investasi berbalas tinggi, atau terjebak dalam manipulasi informasi yang dibuat semakin meyakinkan melalui teknologi AI.
Di sisi lain, pengamat menilai upaya penindakan saja tidak cukup. Pemerintah, regulator, lembaga pendidikan, hingga platform digital perlu memperkuat edukasi dan literasi keuangan secara masif agar masyarakat memiliki kemampuan mengenali dan menghindari berbagai modus kejahatan digital yang terus berevolusi.
Melalui rapat koordinasi yang rutin digelar di daerah, OJK bersama seluruh anggota Satgas Pasti berkomitmen meningkatkan efektivitas pengawasan dan penanganan aktivitas keuangan ilegal. Namun, keberhasilan perang melawan kejahatan digital tidak hanya bergantung pada aparat dan regulator, melainkan juga pada kesadaran masyarakat untuk lebih kritis, tidak mudah percaya, dan selalu memverifikasi setiap tawaran keuangan yang diterima.
Dengan ancaman yang semakin canggih, kewaspadaan publik menjadi benteng pertama dalam mencegah kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal yang terus mengintai di era digital.
Editor : Romeo