Sulawesi Utara Cetak Rekor Nasional, Inflasi 2025 Terendah di Indonesia

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Stabilitas harga di Sulawesi Utara kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Sepanjang tahun 2025, inflasi daerah ini tercatat sebagai yang terendah secara nasional, menegaskan efektivitas pengendalian harga yang dijalankan secara konsisten dan terkoordinasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Joko Supratikto, mengungkapkan inflasi Sulut pada 2025 tercatat sebesar 1,23 persen (year on year/yoy), jauh di bawah rata-rata nasional. Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan strategi pengendalian inflasi yang terstruktur dan kolaboratif.

Baca Juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi TPID dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada masyarakat,” jelas Joko dalam pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Provinsi Sulut di Kantor BI, Senin (23/2/2026).

Memasuki Januari 2026, inflasi Sulut tetap terjaga dalam koridor yang sehat. Secara bulanan tercatat 0,67 persen (month to month/mtm) dan 3,04 persen (yoy), masih berada dalam rentang target nasional 2,5±1 persen. Kondisi ini menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang solid di tengah dinamika cuaca dan tantangan distribusi.

Baca Juga: MBG Mandek di Manado, Ribuan Siswa Tak Terima Makanan Bergizi: Ke Mana Aliran Anggarannya?

Secara bulanan, inflasi dipicu kenaikan harga tomat akibat tingginya curah hujan yang menekan produksi petani. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam oleh masuknya pasokan cabai rawit dari Gorontalo dan Makassar, mencerminkan efektivitas koordinasi antarwilayah dalam menjaga suplai pangan.

Bank Indonesia menegaskan pentingnya penguatan program Gerakan Pangan Murah, intensifikasi operasi pasar, serta pemetaan kalender tanam berbasis cuaca sebagai langkah antisipatif. Upaya ini dinilai krusial, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri, di mana permintaan bahan pokok cenderung meningkat.

Baca Juga: Stafsus Gubernur Sulut Apresiasi Peran Pers, Nardo Binilang: Pemberitaan Positif Jadi Energi Kemajuan Daerah

Dengan fondasi sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TPID, Sulawesi Utara tidak hanya mampu mengendalikan inflasi, tetapi juga memperlihatkan tata kelola ekonomi yang adaptif, responsif, dan berpihak pada daya beli masyarakat.

Berita Terbaru