Bos Besar PETI Onggunoi Mulai Terkuak, Nama “Ko Johan” Disebut-sebut sebagai Pemodal Tambang Emas Ilegal

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Onggunoi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, mulai membuka tabir baru. Sosok yang diduga sebagai bos besar atau pemodal utama tambang emas ilegal di wilayah tersebut kini menjadi incaran aparat kepolisian.

Nama Ko Johan mencuat setelah sejumlah pekerja tambang diperiksa oleh Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes Polri dalam operasi penertiban tambang ilegal yang dilakukan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Dua Pelaku Penikaman Sopir Mikro di Pasar 45 Serahkan Diri, Polisi Dalami Kronologi yang Berujung Maut

Desa Onggunoi sendiri berada sekitar 184 kilometer dari Bandara Sam Ratulangi Manado dan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih enam jam untuk mencapainya. Wilayah ini dikenal sebagai daerah dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan penambang tradisional.

Dalam operasi yang dilakukan aparat Mabes Polri, aktivitas tambang emas ilegal yang sedang berlangsung langsung ditertibkan. Dua unit alat berat yang ditemukan beroperasi di lokasi tambang langsung dipasangi garis polisi. Sementara operator alat berat yang berada di area tambang diamankan dan dibawa ke Polres Bolsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pekerja, nama Ko Johan disebut sebagai sosok pemodal utama di balik aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

“Para pekerja menyebut nama Ko Johan sebagai bos besar atau pemodal di lokasi tambang,” ujar salah satu penyidik di Polres Bolsel, Minggu (8/3/2026).

Berdasarkan penelusuran awal aparat, Ko Johan bukanlah nama baru dalam aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Ia disebut-sebut sebelumnya pernah menjalankan aktivitas serupa di Desa Molobog, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Baca Juga: Judi Sabung Ayam Piso di Puncak Minanga Kembali Viral, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan

Namun karena kandungan emas di lokasi tersebut dinilai kurang menjanjikan, aktivitas pertambangan kemudian dipindahkan ke Desa Onggunoi dengan membawa alat berat untuk mempercepat proses eksploitasi.

Menariknya, menurut keterangan para pekerja, Ko Johan tidak pernah terlihat langsung di lokasi tambang. Seluruh aktivitas operasional di lapangan disebut dikendalikan oleh orang kepercayaan yang berasal dari masyarakat lokal.

“Ko Johan tidak pernah turun langsung. Ada orang lokal yang mengatur aktivitas di lokasi tambang,” ungkap salah satu penyidik.

Saat ini, aparat Mabes Polri dikabarkan tengah memburu Ko Johan untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan keterlibatannya dalam aktivitas pertambangan emas ilegal tersebut.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

Di sisi lain, aktivitas PETI di Desa Onggunoi masih menjadi fokus operasi aparat penegak hukum. Penertiban ini diharapkan mampu mengungkap jaringan pemodal dan aktor-aktor yang berada di balik maraknya tambang emas ilegal di wilayah Bolaang Mongondow Selatan.

Kapolres Bolaang Mongondow Selatan, AKBP Kuntadi Budi Pranoto, belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait operasi tersebut.

“Penanganannya oleh Mabes Polri. Jadi kita tunggu saja rilis resmi dari sana,” singkatnya.

Berita Terbaru