Beritainvestigasinews.id || Sampang – Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal gangguan ginjal memicu tingginya angka pasien yang baru mencari pengobatan saat kondisi sudah memasuki stadium berat atau gagal ginjal kronis. Hal ini menjadi perhatian serius bagi tenaga medis di Kabupaten Sampang, mengingat penanganan yang terlambat sering kali memaksa pasien untuk bergantung pada prosedur hemodialisis atau cuci darah seumur hidup.
Humas RSUD dr. Muhammad Zyn (RSMZ) Sampang, Amin Jakfar Sadik, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena sifat penyakit ginjal yang berkembang secara perlahan dan sering kali tanpa menunjukkan tanda-tanda yang mencolok pada fase awal. Ketidaktahuan masyarakat dalam membedakan kelelahan biasa dengan gejala klinis gangguan fungsi organ membuat banyak kasus baru terdeteksi setelah fungsi ginjal menurun drastis.
Baca Juga: RSUD Mohammad Zyn Gelar Forum Komunikasi Publik, Serap Aspirasi Demi Mutu Pelayanan Prima
"Gejala awal sering dianggap sepele oleh masyarakat, sehingga banyak pasien yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi kritis dan langsung membutuhkan terapi cuci darah," ujar Amin Jakfar Sadik saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (2/4/2026).
Faktor risiko utama yang menjadi pemicu kerusakan pembuluh darah kecil pada ginjal secara bertahap adalah penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik. Selain faktor medis tersebut, gaya hidup modern yang tidak sehat seperti kegemaran mengonsumsi makanan tinggi garam, tingginya asupan gula, hingga kebiasaan merokok menjadi katalisator rusaknya fungsi filtrasi pada organ tersebut.
Baca Juga: Sinkronisasi Kebijakan: Upaya Pemkab Sampang Wujudkan RSUD dr. Mohammad Zyn yang Profesional
"Kami sangat menekankan pentingnya mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin, karena dua hal ini adalah musuh utama bagi kesehatan ginjal jika diabaikan dalam waktu lama," tambah Amin menekankan pentingnya monitoring kesehatan bagi kelompok berisiko.
Masyarakat juga diimbau untuk peka terhadap perubahan fisik yang terjadi pada tubuh, seperti munculnya pembengkakan pada kaki atau wajah, rasa mual yang terus-menerus, penurunan nafsu makan, hingga perubahan frekuensi buang air kecil. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat-obatan atau suplemen secara sembarangan tanpa anjuran dokter harus segera dihentikan karena dapat memperberat beban kerja ginjal dalam menyaring racun.
"Jika sudah muncul tanda mudah lelah yang tidak wajar atau bengkak di area tertentu, jangan ditunda lagi, segera lakukan konsultasi dengan tim medis agar bisa ditangani lebih awal sebelum kerusakan menjadi permanen," pesannya dengan tegas kepada seluruh warga.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, pihak RSUD dr. Muhammad Zyn mengajak masyarakat Sampang untuk mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui olahraga rutin dan kecukupan konsumsi air putih. Dengan meningkatnya kesadaran akan deteksi dini, diharapkan angka kasus gagal ginjal baru di wilayah Sampang dapat ditekan secara signifikan melalui intervensi medis yang tepat waktu.
Editor : Taufik