Beritainvestigasinews.id, Surabaya – Warga Dusun Pragoto 2, RT 03 RW 04, digegerkan dengan peristiwa pembacokan yang menewaskan seorang pria pada Rabu pagi (22/4/2026). Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka di dada dan kepala.
Korban diketahui berinisial MJ (51). Ia ditemukan warga sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka pada dada bagian kiri dan kepala. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIB.
Ketua RT setempat, Ismail, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti kronologi awal peristiwa berdarah itu.
“Saya tidak tahu awal mula kejadian. Tiba-tiba korban sudah tergeletak bersimbah darah,” ucap Ismail saat ditemui di lokasi.
Ismail menambahkan, dari informasi sementara yang beredar di warga, motif pembacokan diduga karena cemburu.
Namun, hal itu masih perlu pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pelaku diduga berjumlah empat orang. Usai membacok korban, para pelaku langsung melarikan diri.
Saat awak media menemui pihak keluarga untuk mencari informasi lebih lanjut, Umi Subaidah membantah dugaan bahwa korban mendekati istri orang. Ia menilai korban sudah berusia tua sehingga tuduhan tersebut tidak benar.
Sementara itu, Kapolsek setempat, Kompol Zainul Rofik, mengatakan pihak kepolisian telah menurunkan tim untuk memburu para pelaku yang diduga lebih dari dua orang. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban mengalami luka bacok di bagian dada serta dua luka di kepala.
“Untuk pelaku saat ini masih dalam pengejaran. Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Dugaan sementara pelaku lebih dari dua orang,” ujar Kompol Zainul Rofik.
Ia menambahkan, terkait motif dugaan cemburu, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Hingga kini kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu para pelaku.
Redaksi
Editor : Nugik Ramadhan