BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang perairan wilayah timur Indonesia pada Senin pagi (8/6/2026).
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 5,69 derajat Lintang Utara dan 125,05 derajat Bujur Timur. Gempa terjadi pada kedalaman 105 kilometer di bawah permukaan laut.
Kekuatan gempa yang cukup besar tersebut mendorong BMKG menetapkan status peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat di berbagai daerah. Sejumlah warga yang merasakan guncangan langsung berhamburan keluar rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri serta mencari lokasi yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan dan fasilitas umum akibat gempa tersebut. Namun, aparat pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi di wilayah yang berpotensi terdampak.
Baca Juga: Peringatan BMKG, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 28 Desember 2024
BMKG menegaskan bahwa pemantauan aktivitas seismik dan kondisi gelombang laut masih terus dilakukan secara intensif. Masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir, diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan berlebih,” demikian imbauan BMKG.
Baca Juga: Satuan Pol Airud Polres Tabanan Berikan Imbauan Kewaspadaan Banjir Rob
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi terkait lainnya guna memperoleh perkembangan terkini yang telah terverifikasi.
Pemerintah bersama lembaga terkait terus bersiaga dan akan menyampaikan informasi lanjutan seiring hasil pemantauan terbaru di lapangan.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo