Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, – Dalam keyakinan umat Hindu, Hari Raya Saraswati merupakan pemujaan kepada Dewi Saraswati, yang diyakini sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan.
Hari Raya Saraswati jatuh pada Saniscare Umanis Watugunung dalam Kalender Bali dan diperingati setiap 210 hari sekali. Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan pagi ini, saat perayaan Hari suci ini berlangsung di Pura Padmasana Lapas Kerobokan, Sabtu (13/7/2024).
Baca juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Para warga binaan beragama Hindu di Lapas Kerobokan melantunkan kidung suci dan mantra-mantra pemujaan, menciptakan atmosfer sakral di tengah lingkungan Lapas sembari menghaturkan bhakti sebagai rasa syukur atas ilmu, dan pikiran suci yang dianugerahkan.
[caption id="attachment_52209" align="aligncenter" width="720"]
●●●> FOTO: Jero Mangku I Wayan Sumekerta, memimpin persembahyangan Saraswati.[/caption]
Perayaan ini juga menjadi momen untuk memohon tuntunan dan ketenangan dalam menjalankan pembinaan di lingkungan Lapas Kerobokan.
Kepala Lapas Kelas IIA/Kalapas Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menyampaikan betapa pentingnya pendidikan dan pencerahan batin bagi para warga binaan.
"Momen Saraswati ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik," ujarnya.
Meskipun berada di balik jeruji, semangat para warga binaan untuk merayakan hari suci ini tidak surut. Perayaan Saraswati di Lapas Kerobokan menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual dan budaya tetap terjaga, bahkan dalam keterbatasan.
Upacara ini juga menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dalam proses pembinaan dan rehabilitasi warga binaan.
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali