BeritaInvestigasiNews.id. Mitra,- Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kampung halaman kembali ditunjukkan masyarakat Ratatotok. Para penambang, pengusaha lokal, dan tokoh muda bersatu melalui GERAKAN PENAMBANG BANGUN KAMPUNG RATATOTOK, sebuah inisiatif yang lahir dari kepedulian masyarakat untuk mengambil bagian secara langsung dalam pembangunan daerah.
Gerakan tersebut resmi memulai program perdana perbaikan jalan kampung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Perbaikan infrastruktur jalan menjadi langkah awal dari gerakan yang diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Ketika Pemerintah dan Masyarakat Bergerak Bersama, Ratatotok Semakin Maju dan Sejahtera
Menariknya, gerakan ini sepenuhnya digagas dan digerakkan oleh masyarakat setempat. Partisipasi para penambang dan pengusaha lokal bahkan berhasil menghimpun dana hingga miliaran rupiah sebagai bentuk keseriusan dan komitmen untuk membangun kampung halaman.
Tiga tokoh yang menjadi motor penggerak utama gerakan tersebut yakni Valdy Suak, Ketua Aliansi Lingkar Tambang sekaligus Ketua Tim Gerakan Bangun Kampung Ratatotok; Deddy Rundengan, Ketua Solidaritas Lingkar Tambang sekaligus Ketua Pelaksana Program Bangun Kampung Ratatotok; serta Erwin Tumbel, tokoh pemuda Sulawesi Utara sekaligus pengusaha muda asal Ratatotok.
Kehadiran gerakan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat pun dapat mengambil peran melalui kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Di tengah berbagai sorotan terhadap aktivitas pertambangan, para inisiator ingin menunjukkan sisi lain dari kepedulian masyarakat penambang, yakni keinginan untuk memberikan kontribusi positif bagi kampung yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Baca juga: Tonaas Wangko Waraney TTL Desak Penegakan Hukum Tegas Terkait Pengrusakan Tempat Ibadah Di Mitra
Semangat tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kecamatan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu tokoh masyarakat setempat mengapresiasi gerakan tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak kampung memiliki hati yang besar. Mereka tidak hanya bicara, tapi bergerak. Gerakan ini adalah angin segar dan harus menjadi contoh bagi daerah lain.”
Dengan dukungan dana, tenaga, serta semangat gotong royong yang besar, GERAKAN PENAMBANG BANGUN KAMPUNG RATATOTOK diharapkan tidak berhenti pada perbaikan jalan.
Gerakan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program sosial dan pembangunan lainnya yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Ratatotok, langkah tersebut menjadi pesan kuat bahwa ketika masyarakat bersatu dan pemerintah membuka ruang kolaborasi, kepedulian dapat berubah menjadi aksi nyata.
Editor : Romeo