Beritainvestigasinews.id, Sanur Denpasar, Bali - Tingkatkan Kemamouan Imigrasi, Konjen (Konsulat Jenderal) kerjasama dengan Kemenkumham Bali, tidak dapat dipungkiri untuk meningkatnya arus lalu lintas masuknya warga negara asing ke Indonesia selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak negatif yang dilakukan oleh orang asing seperti tindak pidana, kejahatan transnasional maupun tindakan administratif keimigrasian.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan dampak negatif, jajaran Imigrasi perlu meningkatkan kompetensi SDM dengan cara melakukan pendidikan dan pelatihan terkait analisis dan pemahaman salah satunya tentang dokumen Keimigrasian negara lain, human traficking dan people smuggling.
Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Sulut Gelar Rapat Harmonisasi Rancangan Pergub Terkait APBD 2025

Dalam rangka memberikan pelatihan tersebut, Konsulat Jenderal of United State of America di Surabaya menyelenggarakan Workshop on Detection of Fraudulent U.S. Visa and Passport Documents, Human Traficking and Alien Smuggling Through U.S. Visa and Passport Applications, Impostor Recognition and Detection, bertempat di Swiss-Belresort Watu Jimbar, Sanur, Denpasar, Bali, pada Senin (05/06/2023) waktu setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 (dua) hari dimulai tanggal 5-8 Juni 2023 tersebut diikuti oleh jajaran Imigrasi, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan yang bertugas dalam melakukan penegakan hukum dan pengawasan arus lalulintas masuknya Warga Negara Asing (WNA) di Bali.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Anggiat Napitupulu didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Barron Ichsan pada saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan Keimigrasian pada hakikatnya bukan hanya sebagai penjaga pintu gerbang, namun juga sebagai penjaga tegaknya kedaulatan negara.
"Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Keimigrasian petugas imigrasi
hendaknya harus mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi setiap hakikat ancaman terhadap kedaulatan negara, petugas Imigrasi juga dituntut dengan kompetensi yang tinggi terhadap perkembangan/modus yang semakin canggih pelaku kejahatan modern saat ini yang dilakukan baik oleh perorangan maupun kelompok, sindikat yang terorganisasi atau bentuk kegiatan yang berpotensi mengakibatkan kejahatan keimigrasian," ucap Anggiat dalam sambutannya.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petugas tentang bagaimana melakukan deteksi dini terhadap pemalsuan visa serta dokumen paspor Amerika Serikat, human traficking, people smuggling yang melalui Amerika Serikat, serta mengenali dan mendeteksi Impostor.
Baca Juga: Sertijab Kakanwil Kemenkumham Jatim Dihadiahi Aksi Demonstrasi
(JesPutra)
Editor : Redaksi