BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Menjelang momentum bersejarah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulut, Jonathan Mogonta, menyuarakan pesan reflektif yang sarat makna. Bagi Mogonta, peringatan ulang tahun daerah tidak boleh dipandang sekadar seremoni tahunan, melainkan titik tolak untuk meneguhkan komitmen persatuan sekaligus mempercepat pembangunan.
“Dirgahayu Provinsi Sulawesi Utara ke-61. Semoga Sulut semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan persaudaraan antar umat beragama yang sudah terjaga dengan baik dapat terus diperkuat,” ucapnya, Senin (22/9/2025).
Baca Juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo
Pernyataan pria asal Kakas ini membawa tafsir yang lebih mendalam: HUT ke-61 menjadi cermin perjalanan panjang Sulawesi Utara yang sarat nilai perjuangan. Namun, momentum berharga ini sekaligus mengandung tantangan bagaimana masyarakat, terutama generasi muda, bisa mengisi ruang sejarah dengan kontribusi nyata.
Mogonta menegaskan, pemuda Sulut tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus perubahan. Kreativitas, inovasi, dan semangat perjuangan harus menjadi identitas mereka.
Baca Juga: MBG Mandek di Manado, Ribuan Siswa Tak Terima Makanan Bergizi: Ke Mana Aliran Anggarannya?
“Kita semua, terutama kaum muda, harus mampu menjaga warisan perjuangan para pendahulu. Jangan hanya jadi penonton. Mari bersatu, bergandengan tangan, membangun Sulawesi Utara yang lebih hebat dan berdaya saing,” tegasnya.
Interpretasi dari seruannya sederhana namun mendasar: pembangunan daerah tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat, gotong royong, dan rasa memiliki adalah energi kolektif yang mampu melesatkan Sulut ke arah yang lebih maju.
“Kemajuan Sulawesi Utara tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga pada keterlibatan nyata masyarakat. Dengan kebersamaan, semangat gotong royong, dan kerja keras, Sulut pasti bisa melesat lebih jauh,” pungkas Mogonta.
Dalam konteks ini, perayaan HUT ke-61 Sulawesi Utara bukan sekadar simbol peringatan, melainkan panggilan moral untuk bergerak bersama. Mogonta menggarisbawahi bahwa generasi muda adalah wajah masa depan Sulut dan sejarah akan mencatat, apakah mereka memilih sekadar hadir atau benar-benar menjadi penggerak perubahan.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo