Beritainvestigasinewd.id || Sampang - Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang pada Minggu (04/01/2026) siang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga pukul 11.20 WIB, luapan air dilaporkan mulai menggenangi pemukiman warga dan beberapa ruas jalan protokol. Banjir ini terjadi sebagai dampak langsung dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang di bagian hulu. Minggu (4/01/2025)
Kondisi terparah terpantau terjadi di Desa Banyumas dengan ketinggian air mencapai ± 70 centimeter. Selain itu, banjir juga menggenangi Desa Pangilen setinggi 50 centimeter, Desa Kamuning 40 centimeter, serta Desa Panggung dengan ketinggian 30 centimeter. Luapan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga meluber ke Jalan Raya Panggung, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pemuda Baru dengan rata-rata ketinggian 10 centimeter.
Baca Juga: Duka di Laut Camplong, Seorang Nelayan Meninggal Dunia Saat Menarik Jaring
Data sementara menunjukkan sebanyak 348 Kepala Keluarga (KK) terdampak oleh bencana ini. Desa Kamuning menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, yakni mencapai 180 KK yang tersebar di Dusun Perreng, Tiban, dan Nandi. Sementara di Desa Banyumas, terdapat 138 KK yang terdampak di empat dusun, dan Desa Pangilen mencatat 30 KK yang rumahnya terendam luapan air.
Merespons situasi tersebut, Kalaksa BPBD melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Hozin, menyatakan bahwa pihaknya kini menetapkan status Siaga 2 untuk wilayah Kabupaten Sampang. Meski cuaca di lokasi saat ini terpantau cerah, pihak berwenang tetap waspada mengingat aliran air dari wilayah hulu masih terus bergerak menuju area perkotaan.
Baca Juga: BPBD Sampang Salurkan Bantuan Logistik Pasca Rumah Roboh di Gunung Sekar
"Upaya penanggulangan telah dilakukan secara cepat oleh personel BPBD di lapangan. Tim reaksi cepat terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan debit air secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat langkah evakuasi jika sewaktu-waktu ketinggian air mengalami kenaikan yang signifikan."jelasnya.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik ke Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah yang terdampak. Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan langsung kepada warga untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama rumah mereka terendam banjir. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang aktivitas ekonominya terganggu akibat bencana.
Baca Juga: Tragis! Remaja 15 Tahun di Sampang Tewas Tersambar Petir Saat Bersantai di Ruang Tamu
Hingga laporan terakhir diterima, BPBD mengonfirmasi bahwa kondisi pengungsi masih nihil karena warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Kondisi air di wilayah hulu sendiri dilaporkan berada pada level normal dengan ketinggian 4,20 meter berdasarkan alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Hal ini memberi harapan bahwa genangan akan segera surut jika tidak terjadi hujan susulan di wilayah utara.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi dari pemerintah daerah. Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, BPBD Kabupaten Sampang telah menyediakan layanan Emergency Call di nomor 081703224440. Kerjasama antara petugas dan masyarakat sangat diharapkan agar penanganan dampak banjir ini dapat berjalan efektif dan kondusif.
Editor : Taufik