5.000-an Maba Unsrat Siap Ikuti PKKMB 2026, Kampus Kenalkan Budaya, Norma dan Etika Akademik

avatar Romeo
Wakil Rektor I Universitas Sam Ratulangi, Arthur Gehart Pinaria
Wakil Rektor I Universitas Sam Ratulangi, Arthur Gehart Pinaria

BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Sebanyak 5.000-an mahasiswa baru (maba) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dari 12 fakultas siap mengikuti Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi gerbang awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik tersebut akan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (13–14/8/2026).

Baca Juga: FK Unsrat Tunjukkan Kemajuan Signifikan, Siap Menjadi Pusat Pendidikan Kedokteran Berdaya Saing Tahun 2030

Humas Unsrat Max Rembang mengatakan, hingga Selasa (11/8/2026), tercatat sekitar 5.000 mahasiswa baru telah terdaftar sebagai peserta PKKMB. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses penerimaan mahasiswa baru yang masih berlangsung.

“Sampai kemarin (Selasa, 11/8/2026), sudah 5.000-an orang akan ikut dalam PKKMB tahun ini,” ujar Max Rembang dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, jumlah peserta masih dapat bertambah karena Unsrat menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur mandiri (T2).

“Jumlah tersebut akan bertambah sesuai jumlah maba yang lulus penerimaan tahun 2026 lewat tiga jalur, yakni jalur prestasi (SNBP), jalur tes (SNBT), dan jalur mandiri (T2). Hari ini masih dibuka pendaftarannya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unsrat, Arrhur Gehart Pinaria, menjelaskan bahwa PKKMB tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya, norma, dan etika yang berlaku di lingkungan kampus.

Baca Juga: 17 Tahun FKM Unsrat Mengabdi, Rektor: Tumbuh Menjadi Fakultas yang Diperhitungkan

Pinaria mengatakan, budaya kampus merupakan sistem nilai dan kebenaran akademik yang menjadi pedoman bagi seluruh komunitas kampus dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Sedangkan norma kampus berkaitan dengan berbagai aturan akademik maupun nonakademik yang ditetapkan untuk ditaati seluruh komunitas kampus.

“Etika akademik merupakan pedoman sikap dan tindakan komunitas kampus dalam berinteraksi, baik di dalam maupun di luar kampus,” jelas Pinaria, yang juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor III Unsrat.

Ia menegaskan, pengenalan budaya, norma, dan etika akademik tersebut memiliki peran penting dalam membangun atmosfer akademik yang sehat, positif, dan berintegritas di lingkungan Unsrat.

Baca Juga: Dinamika Kampus Jadi Sorotan, KNPI Sambangi Polda, Unsrat Pastikan Tata Kelola Profesional

“Tujuan dari budaya, norma dan etika akademik tersebut diberikan dalam kegiatan PKKMB untuk membangun atmosfer akademik bagi komunitas kampus,” ujarnya.

Berbagai materi mengenai budaya, norma, dan etika akademik tersebut akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKKMB Unsrat Tahun 2026.

Melalui PKKMB, Unsrat menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami nilai-nilai, aturan, serta etika yang menjadi fondasi kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Sam Ratulangi.

Berita Terbaru