Ketua Umum Pipas Resmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Narkotika Bangli 

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Bangli, - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Bangli (Lapas Narkotika Bangli) menerima kunjungan kerja Ketua Umum paguyuban ibu ibu pemasyarakatan (Pipas) dalam rangka peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi, Selasa (5/3/2024).

Kedatangan Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard adalah untuk membangkitkan semangat ibu ibu sebagai pendamping bapak bapak yang bertugas umumnya di pemasyarakatan dan khususnya di Lapas Narkotika Bangli. Seorang ibu dan atau istri dari petugas pemasyarakatan harus selalu mendampinginya, dan mendukung pekerjaan suaminya, guna meningkatkan semangat kerja sang suami saat saat bertugas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pipas meresmikan program Sarana Asimilasi dan Edukasi, yang merupakan program kerja dari Seksi Kegiatan Kerja untuk mendidik dengan asimilasi dari luar ke dalam dan juga asimilasi dari dalam, guna mengedukasi warga binaan untuk menjadi bekal di saat mereka berada di luar lapas saat kembali ke masyarakat.

Dengan diresmikannya Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Narkotika Bangli, ini adalah suatu perubahan baru pembinaan, untuk membina warga binaan dalam kemandiriannya, pun ruang gerak terbatas, tidak membatasi inovasi dan kreatifitas.

[caption id="attachment_37065" align="aligncenter" width="720"] ||Foto: Kalapas Narkotika Bangli Marulye Simbolon (pakai uniform), saat mendampingi ibu Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard, mengunjungi bengkel kerja warga binaan, melihat hasil karya, tak kalah dengan luar lapas.[/caption]

Disela sela kesibukannya saat dikonfirmasi, Kepala Lapas Narkotika Bangli Marulye Simbolon mengatakan, kami sangat berterima kasih sekali atas kunjungannya ibu Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard ke sini dan juga sekaligus meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lapas Narkotika Bangli, ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, dan dengan diresmikan sarana asimilasi dan edukasi tersebut akan membangkitkan semangat kerja kami, dan juga bagi warga binaan.

"Terima kasih kami (Lapas Narkotika Bangli, red) kepada ibu Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard yang telah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Lapas Narkotika Bangli, dan sekaligus meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), ini adalah suatu perubahan baru," ungkapnya.

[caption id="attachment_37071" align="aligncenter" width="1152"] ||Foto: Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana (fodium).[/caption]

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana ketika ditemui awak media ini di lokasi, mengatakan bahwa SAE atau sarana asimilasi dan edukasi ini bukanlah hal yang baru, jauh sebelumnya hal tersebut sudah dilaksanakan, cuma lebih kepada asimilasi keluar, jadi untuk saat ini lebih difokuskan kepada edukasi bagi warga binaan ditingkatkan, dan kemudian akan direalisasikan keluar dalam bentuk asimilasi keluar, bagi warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan administratif maupun substantif, dengan pengawalan melekat.

"SAE atau sarana asimilasi dan edukasi bukanlah hal yang baru di Pemasyarakatan, baik di Lapas maupun di Rutan, program ini sudah berjalan lama, kini hanya diperbaharui masalah teknis pelaksanaannya saja di lapangan, lebih terfokus pada edukasi, sebagai bekal warga binaan disaat ia bebas dari masa pidananya," ujarnya.

Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard dalam sambutannya menyampaikan, program pembinaan yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat mengisi waktu luang saja, namun diupayakan dapat memberikan bekal bagi warga binaan seusai menjalani masa pidana, kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

[caption id="attachment_37072" align="aligncenter" width="720"] ||Foto: Ketua Umum Pipas, Ny. Anna Reyhard.[/caption]

Dengan ini, saya resmikan sarana asimilasi edukasi (SAE) dan pelatihan kerja bamba, yang salah satu upaya dalam penyediaan berbagai bentuk program pembinaan yang dilaksanakan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Kata Bamba sendiri berasal dari bambu Bangli, kalau bambu itu kan kita semua tahu, bonggol batang sangat kokoh, menandakan penyelenggaraan kegiatan pembinaan di Bamba ini berlandaskan dasar hukum yang kuat, sehingga pelaksanaannya memiliki payung hukum dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pemasyarakatan.

Dan ini dapat dikolaborasikan dengan Griya Abhipraya. Fleksibel, bahwa kegiatan dapat berubah sesuai dengan tingkat kebutuhan sebagian besar warga binaan. Selain itu, tadi bersama-sama kita telah melakukan panen perdana asparagus, serta menjadi pemicu bagi Lapas/Rutan di wilayah Bali. Selamat atas panen perdananya, semoga terus semangat dan juga mampir menghasilkan inovasi dan kreatifitas lainnya.

Ketua Umum Pipas berikan pesan kepada warga binaan, "Pergunakan kesempatan sebaik baiknya, tunjukan kemampuan, kreatifitas dan prestasi pada dunia, karena tempat terbatas ini tidak akan mampu membatasi kreatifitasmu, saya yakin, jika ada kemauan pasti ada jalan, jika berjuang maka akan ada hasil yang cemerlang," pesan Ny. Anna Reyhard.

[caption id="attachment_37073" align="aligncenter" width="2560"] ||Foto: Ketua Umum Pipas Ny. Anna Reyhard, Foto bersama dengan Kadiv Pas Bali, pengurus Pipas Bali, dan Ka UPT Pemasyarakatan se-Bali, serta warga binaan Lapas Narkotika Bangli.[/caption]

Ruang lingkup yang terbatas bergerak bukanlah semata mata membatasi inovasi dan kreatifitas warga binaan untuk berbuat kepada hal hal yang positif. Demikian halnya Lapas Narkotika Bangli selalu membuka ruang, dan melalui pembinaan bimbingan kerja bagi warga binaan, memanusiakan manusia yang seutuhnya untuk menjadikan berguna bagi bangsa dan negara. Acara diakhiri dengan foto bersama.

(JULIESPASH)

Editor : Juli Kaperwil Bali

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru