Beritainvestigasinews.id || Sampang – Aksi pencurian kabel trafo milik PLN kembali terjadi dan meresahkan warga di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Sampang. Sekitar 10 meter kabel tembaga raib dipotong dan dikupas oleh pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran, meninggalkan kerusakan serius pada sistem kelistrikan di lokasi tersebut.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat kepada pihak PLN pada Rabu malam. Warga mencurigai adanya gangguan teknis di titik yang cukup sepi, yang ternyata menjadi celah bagi para pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa terdeteksi oleh petugas maupun warga sekitar yang melintas.
Baca juga: PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Sampang Hari Ini demi Optimalkan Layanan
Manager PLN, Redi Ramadhan, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba di lokasi, kondisi kabel sudah dalam keadaan terputus dan berantakan. Ia menyayangkan tindakan brutal tersebut karena pelaku tidak hanya mencuri, tetapi juga mengupas kulit kabel langsung di tempat untuk mengambil tembaganya, lalu meninggalkan material sisa di lokasi.
Redi menegaskan bahwa insiden ini merupakan kejahatan terencana yang menyasar aset strategis negara. Menurutnya, pelaku memanfaatkan minimnya pengawasan dan kondisi jalan yang gelap di area JLS untuk melakukan penjarahan yang membahayakan keselamatan publik dan stabilitas pasokan listrik.
Baca juga: Warga Sampang Terpaksa "Ngelos" Listrik Akibat Janji PLN
"Kejadian ini tidak bisa ditoleransi. Kabel yang dicuri sepanjang 10 meter itu adalah komponen vital. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerugian material hingga ancaman keselamatan bagi warga yang berada di sekitar lokasi trafo yang dirusak," ujar Redi Ramadhan dengan nada tegas, Kamis (15/01/2026).
Menanggapi tindakan kriminal ini, PLN menyatakan tidak akan menempuh jalan damai. Pihak manajemen telah menyiapkan seluruh berkas laporan untuk melimpahkan kasus ini ke Polres Sampang agar segera diproses secara pidana dan mencari dalang di balik jaringan pencurian kabel tersebut.
Baca juga: Ngelos Listrik Massal di Desa Bajrasokah Diduga Ulah PLN, Pemkab : Bukan Program Lisdes
Akibat dari aksi penjarahan ini, PLN terpaksa melakukan pekerjaan perbaikan darurat sepanjang hari ini. Upaya perbaikan dilakukan secepat mungkin guna memulihkan keandalan sistem kelistrikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak mengenai pentingnya menjaga infrastruktur publik. Kini, publik menanti tindakan nyata dari aparat kepolisian untuk membongkar sindikat ini, demi memastikan keamanan fasilitas negara dan menjamin kenyamanan hidup masyarakat di wilayah Sampang.
Editor : Taufik