Kegigihan Nawal, Banting Setir ke SD Negeri Mandangin 4 Akibat Pagu Sekolah Kota Terpenuhi

Reporter : Taufik
Caption Foto: Nawal saat mulai menikmati perjalanan dan Alhamdulillah mau sekolah,

BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG – Keterbatasan kuota penerimaan peserta didik baru di wilayah perkotaan tidak menyurutkan semangat seorang ayah di Kabupaten Sampang untuk memastikan sang buah hati tetap mengenyam pendidikan dasar. Langkah tak biasa diambil oleh Bapak Hasani, warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, yang rela menyekolahkan anaknya, Nawal, menyeberangi lautan menuju SD Negeri Mandangin 4 di Pulau Mandangin akibat keterbatasan daya tampung sekolah di tempat tinggalnya.

​Keputusan mendaftarkan Nawal ke pulau seberang dipicu oleh aturan batasan kuota penerimaan murid di sekolah wilayah Banyuanyar yang sudah terpenuhi secara penuh. Sebagai orang tua, Hasani mengaku sempat kebingungan saat mengetahui pendaftaran di sekolah terdekat telah ditutup karena jumlah siswa sudah mencapai ambang batas maksimal.

Baca juga: Bupati Sampang Lantik 49 Kepala Sekolah, Tekankan Disiplin dan Transparansi Dana BOS

​"Alasan kami menyekolahkan Nawal ke sana karena persyaratan kuota di Banyuanyar sudah penuh, pagu yang ditentukan 28 murid sudah terpenuhi dan kami sebagai orang tua terlambat untuk mendaftarkan. Jadi Nawal tidak bisa masuk sekolah di Banyuanyar, lalu kami mencoba mendaftar pagu di SD Mandangin 4 dan Alhamdulillah diterima," katanya. Kamis (24/9/2026).

​Proses penyesuaian diri Nawal saat pertama kali harus menyeberangi laut menuju lokasi sekolah barunya juga menyisakan cerita tersendiri bagi pihak keluarga. Mengingat usia yang masih sangat muda dan belum terbiasa dengan Moda transportasi laut, Nawal sempat menunjukkan rasa cemas dan ketakutan saat harus menaiki perahu penyeberangan di hari-hari pertamanya sekolah.

​"Awalnya Nawal pertama kali naik perahu menangis karena takut, tapi setelah dua hari sampai tiga hari beliau sudah mulai menikmati perjalanan dan Alhamdulillah mau sekolah," ungkapnya.

Baca juga: UPTD SMPN 1 Sampang Buka Pendaftaran Murid Baru 2026/2027, Teguh Suparyanto Tegaskan Bebas Pungli dan Gratifikasi

​Di sisi lain, perihal beban biaya operasional harian yang harus dikeluarkan untuk akses transportasi laut menuju Pulau Mandangin, Hasani merasa sangat terbantu dengan kebijakan pelayanan publik yang ada. Perjalanan rutin menyeberangi perairan dari daratan utama menuju tempat belajar sang anak dapat dijalani tanpa memberatkan kondisi finansial keluarga.

​"Untuk biaya transportasi anak sekolah dari Pelabuhan Tanglok ke Mandangin Alhamdulillah gratis," tegasnya.

Baca juga: Sabilillah Jaya Luar Biasa: Tiga Siswa Sampang Ukir Prestasi Sains di Tingkat Provinsi

​Mengenai wacana untuk memindahkan tempat sekolah Nawal kembali ke wilayah daratan Banyuanyar di kemudian hari, pihak keluarga memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Hasani menyerahkan seluruh keputusan tersebut kepada sang anak yang saat ini justru menikmati pengalaman uniknya berangkat sekolah menggunakan sarana transportasi laut.

​"Rencana untuk pindah sih melihat perkembangan anaknya, masalahnya sekarang anaknya sangat menikmati pemberangkatan kapal ke Mandangin. Walaupun tadi memang angin kencang dia tetap mau sekolah, selama anak sehat dan semangat jadi untuk pindah tunggu anaknya sendiri yang berubah pikiran," jelasnya.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru