[caption id="attachment_57509" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Danrem 163 Wira Satya, Kolonel Inf Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., (kiri).[/caption]
Beritainvestigasinews.id, KOTA DENPASAR, BALI, - Kolonel Inf Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., selaku Pejabat Baru Danrem 163/Wira Satya, yang mendapatkan penyambutan Tradisi Tepung Tawar, pada Kamis (22/8/2024) di depan Lobi Makorem 163/Wira Satya Jalan PB. Sudirman Denpasar
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Acara Tradisi Tepung Tawar ini merupakan tradisi satuan yang rutin di laksanakan setiap ada pejabat baru yang akan memimpin satuan Korem 163/Wira satya ini.
Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Cke I Made Oka Widianta menjelaskan kegiatan dimulai dari kedatangan pejabat baru melalui Pintu 1 Makorem 163/Wira Satya menuju depan Lobi Makorem untuk prosesi Tradisi Tepung Tawar. Kegiatan dipandu atau dipimpin oleh Pemuka Agama Hindu Makorem 163/Wira Satya Pinandita Lettu Inf I Nyoman Wardika.
"Makna dari Tradisi Tepung Tawar adalah sebagai penghormatan terhadap warga baru atau tamu (Astiti Pranam) dengan harapan akan tercipta hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia dan alam semesta sesuai konsep Tri Hita Karana", Jelas Kapenrem.
Acara Tepung Tawar kepada Pejabat Baru Danrem 163/Wira Satya beserta istri dilaksanakan dengan makna pensucian diri secara lahiriah dan bathiniah.
Terkait prosesi Tradisi Tepung Tawar yaitu Pinandita memoleskan tepung tawar pada tangan, badan dan kaki Pejabat Baru Danrem 163/Wira Satya dan istri dengan makna simbol Dewa Siwa yang memiliki tugas sebagai pelebur atau pembersihan serta memberikan aura kesucian (semuanya dari Tuhan Yang Maha Esa, dan nantinya akan kembali ke asalnya).
Memoleskan arang dengan makna simbol Dewa Wisnu yang memiliki tugas sebagai pemelihara alam beserta isinya sehingga kesinambungan akan terwujud.
Kayu atau Daun Pohon Dadap adalah kayu sakti sebagai lambang Dewa Brahma yang memiliki tugas sebagai pencipta alam semesta beserta isinya dalam wujud keberanian atau ksatria.
Pemakaian Benang Tri Datu yang di ikat di tangan Kanan yang memiliki Aksara Aum Terdiri dari Ang simbul Dewa Brahma (warna merah), Ung Simbul Dewa Wisnu (Warna Hitam), Mang Simbul Dewa Siwa (Warna Putih) Sebagai Pengikat Persatuan dan Kesatuan.
Terakhir Pemercikan Air Suci Perlambang Dewa Kesucian yang memberikan Aura Kesejukan, Ketenangan dan Arah kepada setiap insan CiptaanTuhan Dengan Harapan Dalam Pelaksanaan Tugas dapat berjalan dengan Tenang seperti Air mengalir.
Hadir dalam Kegiatan tersebut pejabat lama Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Bagus Ketut Surya Wedana, pejabat baru Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., Kasrem, Para Kasi Kasrem 163/Wira Satya, Para Dandim Jajaran Korem 163/Wira Satya, Para Dan/Ka Balak Aju Rem 163/Wira Satya,Ibu Persit KCK KorCab Rem 163/Wira Satya,serta Seluruh Anggota Korem 163/Wira Satya.
(Juli/Red/penrem163)
Editor : Juli Kaperwil Bali