Beritainvestigasiqnews.id, Gunung mas, kalteng, - Salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng no urut 3 Agustiar Sabran sepertinya menghindar diwawancarai oleh awak media Beritainvestigasinews.id, Rabu,30/10/2024.
Agustiar Sabran rupanya Engan diwawancarai pada saat dirinya mengunjungi masyarakat tumbang talaken kecamatan manuhing kabupaten gunung mas provinsi Kalimantan tengah.
Baca Juga: Usai Diberitakan Terkait Sabung Ayam, Hartono Pemilik Sabung Ayam Ancam Seorang Jurnalis
Padahal awak media ini hanya sedikit saja waktu diminta untuk mewawancarai terkait visi dan misinya untuk Kalteng di masa depan.

Didalam jumpa temunya dengan sejumblah masyarakat tumbang talaken dirinya sempat menyampaikan beberapa hal terkait bantuan sosial(bansos)menjanjikan untuk memberikan kepada Mantir adat ketua RT dan pemuka agama juga kepada sejumblah masyarakat jika dirinya terpilih nanti katanya.
Setelah ditanya terkait aliran dana yang rencananya untuk bansos katanya diambil dari dana anggaran pendapatan belanja daerah(APBD).
Menurut salah satu anggota masyarakat tumbang talaken yang engan disebut namanya menilai kebijakan calon gubernur ini dalam paparannya yang ingin mengunakan APBD untuk bansos tentu hal yang tidak bijak dalam mengelola anggaran daerah yang seharusnya untuk menunjang pembangunan daerah.
Baca Juga: Jurnalis Vanguard Takziah ke Rumah Duka Wartawan Media Online Surabaya, Bentuk Solidaritas Profesi
Agustiar Sabran selaku dewan adat Dayak Kalteng ketua DAD Kalteng,ketika ditanya tentang hukum adat dan ritual adat juga makna palsafah Huma betang,dirinya kelihatan menghindar dan tak ada satupun dari pertanyaan terkait hukum adat ritual adat juga makna palsafah Huma betang yang iya jawab.
Hal ini sangat disayangkan kehadirannya di tumbang talaken sebagai calon gubernur Kalteng dan sekaligus ketua DAD Kalteng.
Rupanya beliau tak mampu menjawab itu, sebagai ketua DAD hanya nama saja kemungkinan beliau sangat tidak mengerti apa itu hukum adat apa itu ritual adat dan juga palsafah Huma betang.
Pada kesempatan itu beliau malah bergegas pergi menuju tumbang jituh tanpa mau menjawab apa yang telah ditanyakan pada dirinya.
Baca Juga: Kanit Lantas IPTU Sandi Diduga Alergi Terhadap Wartawan Sebagai Mitranya
Jadi kedepannya beliau tidak layak lagi menduduki kursi dewan adat Dayak karena beliau dinilai tidak mampu dan tidak memahami hukum adat ritual adat maupun makna dari palsafah Huma betang.
Silvanus Dio IKT Riwut
Editor : Redaktur