Beritainvestigasinews.id. Manado,-Dirut PDAM Wenang Wanua, Meiky Taliwuna, menyampaikan bahwa pengoperasian tiga unit IPA ini merupakan bagian dari komitmen PDAM untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Menurutnya, teknologi pengolahan air yang diterapkan telah melalui riset panjang dan adaptasi teknologi global yang disesuaikan dengan kondisi geografis Manado.
Pengoperasian instalasi modern ini tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang bagi Manado, yang belakangan ini sering dihantam cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global. Data dari BMKG menunjukkan bahwa curah hujan di Manado meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, memperparah tingkat kekeruhan air sungai yang menjadi sumber air baku utama.
Baca juga: PDAM Wanua Wenang Pastikan Air Bersih Aman, Nol E. Coli – Komitmen Jaga Kepercayaan Warga Manado
Sebelumnya, PDAM terpaksa melakukan penghentian distribusi air hingga 12 jam atau lebih setiap kali hujan lebat. Hal ini tentu berdampak besar terhadap aktivitas rumah tangga, bisnis, dan fasilitas umum di Manado.
Dengan sistem baru ini, warga seperti Rina Pangkey, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tikala, mengaku sangat terbantu. Ia menyampaikan pengalamannya yang kini jauh lebih nyaman.
Baca juga: Johny Suwu Tegaskan Komitmen Pengendalian Banjir, Warga Diminta Jaga Kebersihan Sungai
“Dulu setiap hujan besar, kami harus menampung air sebelum pasokan dimatikan. Kadang sampai harus beli air galon buat masak. Tapi sekarang air tetap lancar, bersih, dan tidak ada bau aneh,” ungkap Rina.
Bukan hanya rumah tangga, sektor usaha seperti laundry, restoran, dan hotel juga sangat merasakan manfaat dari layanan air bersih 24 jam ini.
Arie Alfrits Tumewan
Editor : Kaperwil Sulut Romeo